Sejumlah Tokoh Kepulauan Sumenep Soroti Arah Kebijakan Bupati

Sejumlah Tokoh Kepulauan Sumenep Soroti Arah Kebijakan Bupati.

Bagiberita.id, Sumenep – Sejumlah tokoh masyarakat dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep menyampaikan pandangan kritis terhadap arah kebijakan pemerintah daerah dalam sebuah forum diskusi yang dikemas dalam acara halal bihalal, Minggu (12/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sebuah kafe di Desa Kolor tersebut dihadiri perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan kepulauan, antara lain Kangean, Sapeken, Raas, Sapudi, hingga Masalembu. Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, tetapi juga ruang terbuka untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta menilai masih terdapat ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Isu infrastruktur, layanan kesehatan, serta akses pendidikan menjadi topik yang paling banyak disoroti.

Aminullah, salah satu tokoh pemuda dari Masalembu, mengungkapkan bahwa masyarakat kepulauan selama ini merasakan keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Ia menilai arah kebijakan pembangunan daerah perlu lebih memperhatikan kebutuhan riil masyarakat di wilayah kepulauan.

“Kami berharap ada perencanaan yang lebih terarah agar Sumenep bisa berkembang secara merata dan menjadi daerah yang layak huni bagi seluruh masyarakat, termasuk di kepulauan,” ujarnya dalam forum tersebut.

Pandangan serupa juga disampaikan perwakilan pemuda dari wilayah Kangean. Mereka mendorong agar kebijakan pemerintah daerah ke depan lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat kepulauan, terutama terkait pemerataan pembangunan.

Menurut mereka, selama beberapa tahun terakhir masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang belum sepenuhnya teratasi, seperti kondisi infrastruktur yang terbatas serta tantangan ekonomi masyarakat.

Ainur, salah satu peserta diskusi, menilai forum seperti ini penting sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Ia berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada diskusi, melainkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.

“Kami berharap forum ini bisa mendorong adanya langkah nyata, sehingga pembangunan di wilayah kepulauan tidak tertinggal,” katanya.

Peserta berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat terjalin secara konstruktif demi mendorong pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Sumenep.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *