Bagiberita.id, Sumenep – Agenda konferensi pers yang sedianya menghadirkan Irjen Pol Nanang Avianto di Mapolres Sumenep pada Selasa (14/04/2026) batal digelar. Kegiatan tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung di Aula Sanika Satyawada dan akan menyampaikan perkembangan temuan dugaan narkotika jenis kokain seberat 27,83 kilogram di pesisir Pulau Giligenting.
Pembatalan agenda ini menimbulkan kekecewaan di kalangan awak media yang telah hadir dan menunggu sejak pagi hari. Berdasarkan informasi yang beredar sebelumnya, konferensi pers dijadwalkan berlangsung setelah kedatangan Kapolda Jawa Timur di Sumenep.
Undangan kegiatan disampaikan melalui grup komunikasi resmi Mitra Humas oleh Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Kapolda Jatim akan tiba di Mapolres Sumenep menggunakan helikopter dan langsung memberikan keterangan pers.
Sejumlah persiapan pun tampak telah dilakukan. Meja konferensi telah disiapkan lengkap dengan barang bukti dan latar belakang bertuliskan agenda konferensi pers. Namun, situasi berubah ketika barang bukti tersebut kembali diamankan, sementara jajaran Satresnarkoba yang sebelumnya bersiaga tidak lagi terlihat di lokasi.

Setelah awak media menunggu selama kurang lebih tiga jam, Kapolres Sumenep, AKBP Nanang Hardiyanto akhirnya memberikan penjelasan singkat. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap temuan barang mencurigakan tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait temuan barang bungkusan yang berada di wilayah kepulauan Giligenting. Untuk detailnya apa yang menjadi temuan barang tersebut, kami juga masih melakukan uji lab,” terangnya singkat. Selasa (14/04/2026)
Kapolres juga menjelaskan bahwa kunjungan Kapolda Jatim ke Sumenep merupakan bagian dari agenda kerja internal. Namun demikian, penjelasan tersebut berbeda dengan informasi awal yang menyebutkan adanya konferensi pers, sehingga memunculkan kebingungan di kalangan awak media.

Salah seorang jurnalis, Feros, yang berada di lokasi menyampaikan bahwa rekan-rekan media merasa dirugikan atas ketidakjelasan agenda tersebut. Menurutnya, sejumlah jurnalis telah mengatur ulang jadwal liputan untuk menghadiri konferensi pers tersebut.
“Padahal, info yang kami terima dari pihak Polres melalui Humas Polres Sumenep di group Mitra Humas, Kapolda Jatim sudah tiba di Bandara Trunojoyo dengan naik Helikopter, namun tiba-tiba tidak ada. Bahkan Pak Kapolda pun sejenak atau sedikit pun tidak menyapa teman-teman. It’s okay lah,” ucapnya dengan nada kecewa.
Ia juga menambahkan bahwa transparansi informasi menjadi hal penting dalam menjaga hubungan antara institusi dan media.
Kejelasan agenda dan konsistensi informasi dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.










