Foto : ilustrasi
Bagiberita.id, Tulungagung – Menyikapi musim kemarau saat ini yang sedang terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Jawa Timur menyalurkan sejumlah air bersih ke beberapa desa terdampak kekeringan. Penyaluran air bersih tersebut berkisar 340 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 3.491 warga di 11 desa yang terdampak kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmadji pada Senin (27/9/2026) mengatakan, bantuan air bersih tersebut mencakup sebelas desa terdampak.
“Bantuan penyaluran air bersih ini kami bagikan kepada 11 desa dengan jumlah 340 liter dengan asumsi bisa untuk memenuhi 3491 warga,” katanya.
Selain itu, menurutnya, wilayah terdampak kekeringan tahun ini terus bertambah dengan masuknya Desa Picisan di Kecamatan Sendang dan Desa Sukoharjo di Kecamatan Bandung sebagai daerah yang mengajukan bantuan air bersih.
“Dampak kemarau di Tulungagung semakin meluas. Hari ini ada dua desa yang baru meminta bantuan air bersih,” katanya.
Lebih jauh dikatakannya, sebanyak 11 desa terdampak tersebar di tujuh kecamatan, yakni Desa Joho dan Rejosari di Kecamatan Kalidawir, Desa Keboireng dan Besuki di Kecamatan Besuki, Desa Kalidawe di Kecamatan Pucanglaban, Desa Kresikan dan Pakisrejo di Kecamatan Tanggunggunung, Desa Gamping di Kecamatan Campurdarat, Desa Sebalor dan Sukoharjo di Kecamatan Bandung, serta Desa Picisan di Kecamatan Sendang.
Dari jumlah tersebut, Desa Sukoharjo menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 687 jiwa.
Sebagai upaya penanganan, BPBD telah mengerahkan 68 truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak.
Selain itu, sebanyak 40 tandon air juga telah disalurkan guna membantu penyimpanan air bagi masyarakat.
“Kami masih memiliki sekitar 10 tandon air yang siap disalurkan. Masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa setempat,” kata Teguh.
BPBD Tulungagung terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir. (Lukman)












