Tidak pedulikan garis Sempadan Sungai, HMI Cabang Sumenep minta Pemerintah Lakukan Penertiban Proyek Rumah Sakit.

- Redaksi

Jumat, 23 Juni 2023 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id Sumenep – Tidak pedulikan garis Sempadan sungai Proyek pembangunan rumah sakit Baghraf Health Clinic yang saat ini dilaksanakan oleh PT. Bagraf Medikal Utama dinilai melanggar Permen PUPR dan RTRW Sumenep disoal oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep Jawa Timur.

Pasalnya bangunan tersebut berdiri di tepi sungai dan tidak memperhatikan garis sempadan Sungai.“bangunan itu berdiri tepat dipinggir sungai yang harus memperhatikan aturan garis sempadan sungai. Itu jelas diatur di Permen PUPR dan sangat jelas tertuang dalam perda RTRW Sumenep regulasinya”. Ucap M. Shohir ketua Umum HMI Cabang Sumenep.

Shohir mengatakan Keberadaan sungai sangat penting bagi keberlangsungan manusia dan alam dalam jangka Panjang, selain karena terdapat keanekaragaman kehidupan tetumbuhan (flora) dan binatang (fauna), sungai juga memiliki fungsi untuk pemulih kualitas air dan penyalur banjir. Dari itu, sempadan sungai merupakan Kawasan lindung tepi sungai yang menjadi satu kesatuan dengan sungai dan sama pentingnya dengan sungai. “Sempadan sungai (riparian zone) yang berfungsi sebagai peyangga antara ekosistem perairan (sungai) dan daratan, wajib dijaga guna terciptanya stabilitas keberlangsungan kehidupan manusia dan keragaman hayati”. Terangnya.

Beberapa hari yang lalu, pihaknya sudah melakukan investigasi ke lokasi proyek untuk meninjau pelanggaran tersebut dan memastikan apakah pemerintah sumenep sudah melakukan garis sempadan sungai atau tidak. dan ia juga sudah lakukan audensi ke Dinas PUTR Sumenep, HMI menanyakan kejelasan tentang penetapan garis sempadan sungai, namun di dinas  tidak ada dokumen tentang itu, mulai dari tim kajian yang harus dibentuk sampai pada pelaksaan teknis penentuan garis sempadan.“kami lihat ke lokasi pembangunan, tidak ada tanda patok dan papan pengumuman atau peringatan berisikan pemberitahuan mengenai batas garis sempadan sungai”.

“Dan sewaktu kami audensi ke PUTR Sumenep, kami menanyakan tentang dokumen penentuan garis sempadan sungai, sayangnya tidak ada dokumen tentang hal itu. Lebih parahnya lagi Kepala Dinas PUTR malah mengatakan bahwa sungai tersebut adalah wewenang pemprov. Padahal sungai pada wilayah sungai dalam satu kabupaten atau kota yang berwenang melakukan garis sempadan sungai adalah Bupati/wali kota”. Tambah Shohir.

Shohir mengatakan garis sempadan sungai seharusnya dilakukan oleh pemerintah Sumenep dari beberapa tahun yang lalu sejak Permen PUPR diberlakukan, guna mengontrol dan mengantisipasi terjadinya pelanggaran yang dapat merusak terhadap fungsi sungai. “sebenarnya garis sempadan sungai ini sudah di wajibkan 3 (tiga) tahun sejak Permen PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 berlaku dan di Perda nomer 12 tahun 2013 sudah jelas sungai itu kawasan lindung, semestinya di prioritaskan. Tapi karena pemerintah Sumenep ugal-ugalan dalam menjalankan aturan mengakibatkan pelanggaran-pelangaran terjadi salah satunya rumah sakit tersebut”.

Dari kasus pelangaran tersebut HMI Cabang Sumenep meminta pemerintah segera melakukan tindakan penertiban dan segera melakukan penentuan garis sempadan disemua sungai yang ada dikabupaten Sumenep. “permintaan kami, Bupati Sumenep beserta OPD terkait segera melakukan penertiban terhadap Proyek Rumah Sakit tersebut, dan segera melakukan penentuan garis sempadan di semua sungai yang terdapat di Kabupaten Sumenep khususnya diwilayah prioritas yang potensi diserobot oleh pihak korporat yang tak bertanggung jawab”. Tutup Shohir.

(Rudi)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerja Sama Global Buka Peluang Baru Petani Tembakau
Fauzi Ultimatum Pejabat Baru
Rotasi ASN Demi Birokrasi Profesional
BPBD Tulungagung Siap Susun Mitigasi Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Usai Musim Kemarau
Camat Tulungagung Bersama Masyarakat Tulungagung Serukan Semangat ” Jogo Tulungagung”
Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
Tasyakuran Jamaah Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung: Haji Mabrur Harus Melahirkan Kepedulian Sosial
Hadiri Bersih Desa Ngranti, Plt Bupati Ajak Lestarikan Budaya dan Ungkapan Syukur

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:45 WIB

Kerja Sama Global Buka Peluang Baru Petani Tembakau

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:41 WIB

Fauzi Ultimatum Pejabat Baru

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:09 WIB

BPBD Tulungagung Siap Susun Mitigasi Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Usai Musim Kemarau

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:35 WIB

Camat Tulungagung Bersama Masyarakat Tulungagung Serukan Semangat ” Jogo Tulungagung”

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:00 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025

Berita Terbaru

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Kesehatan

Mutu RSUD Sumenep Tembus 90 Persen

Rabu, 22 Jul 2026 - 04:18 WIB

Kesehatan

RSUD Moh Anwar Perkuat Pelayanan Berkualitas

Rabu, 22 Jul 2026 - 04:13 WIB

Pemerintah Kabupaten Sumenep gandeng Zimbabwe kembangkan Tembakau.

Ekonomi

Sumenep Gandeng Zimbabwe Kembangkan Tembakau

Rabu, 22 Jul 2026 - 03:55 WIB

Bupati Sumenep membuka peluang baru petani tembakau.

Ekonomi

Kerja Sama Global Buka Peluang Baru Petani Tembakau

Rabu, 22 Jul 2026 - 03:45 WIB

Pelantikan sejumlah pejabat baru.

Pemerintahan

Fauzi Ultimatum Pejabat Baru

Rabu, 22 Jul 2026 - 03:41 WIB