Bagiberita.id, Sumenep — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep tidak hanya diarahkan sebagai agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus menegaskan pentingnya merawat keberagaman di tengah masyarakat.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu pesan penting dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Menurutnya, keberagaman identitas budaya yang dimiliki Indonesia merupakan bagian dari kekuatan bangsa dan harus ditempatkan sebagai perekat persatuan.
Salah satu bentuk penerjemahan pesan tersebut terlihat dari rencana penggunaan pakaian adat dalam upacara HUT ke-81 RI di tingkat Kabupaten Sumenep. Para aparatur sipil negara (ASN) dan peserta upacara akan mengenakan pakaian adat sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.
Informasi tersebut sebelumnya diberitakan oleh Limadetik.com dalam laporan mengenai persiapan HUT ke-81 RI di Sumenep. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa penggunaan pakaian adat tidak mengubah tata pelaksanaan upacara pengibaran bendera yang selama ini berlangsung.
Bupati Fauzi menjelaskan, pakaian adat dipilih bukan semata-mata sebagai atribut pelengkap perayaan. Di balik keberagaman busana tersebut terdapat pesan mengenai persatuan bangsa.
Menurutnya, perbedaan identitas budaya tidak semestinya menjadi faktor yang memisahkan masyarakat. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi modal sosial untuk membangun kebersamaan.
Pemkab Sumenep juga tidak memberlakukan kewajiban yang sama hingga ke seluruh kecamatan. Kecamatan diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan kegiatan sesuai kondisi masing-masing.
Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pesan kebinekaan tidak harus diwujudkan melalui keseragaman. Justru keberagaman dapat ditampilkan secara bersama-sama dalam sebuah momentum nasional.
Semangat tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI yang sebelumnya telah digelar Pemkab Sumenep. Pemerintah daerah menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), dengan tujuan mempererat kebersamaan, membangun sportivitas, dan meningkatkan kekompakan aparatur.
Bupati Fauzi sebelumnya juga menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan perlombaan maupun seremoni. Momentum tersebut perlu diterjemahkan menjadi semangat untuk bekerja lebih baik, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan nasionalisme juga diwujudkan melalui gerakan pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang bulan Agustus. Bupati mengajak ASN dan masyarakat ikut menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan memasang dan mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan masing-masing.
Bagi pemerintah daerah, semangat kemerdekaan pada akhirnya tidak hanya diukur dari meriahnya kegiatan yang digelar. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai persatuan, gotong royong, nasionalisme dan penghormatan terhadap keberagaman dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat.
Dalam konteks Kabupaten Sumenep yang memiliki karakter masyarakat dan budaya yang beragam, pesan tersebut menjadi relevan. Peringatan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan bagian dari identitas Indonesia yang harus dirawat bersama.
Dengan demikian, semangat Bhinneka Tunggal Ika yang digaungkan dalam momentum kemerdekaan di Sumenep diarahkan untuk tidak berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut diharapkan tercermin dalam hubungan antarmasyarakat, kehidupan pemerintahan, serta pembangunan daerah yang membutuhkan kerja bersama berbagai elemen.







