Tahlil Akbar Mengenang Matinya Kinerja Dan Hati Nurani Bupati Sumenep Achmad Fauzi Dan Wakilnya

- Redaksi

Kamis, 27 Juli 2023 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Beberapa tahun lalu sejak awal pemerintahan Bupati Sumenep Achmad Fauzi dinilai paling banyak mendapat sorotan publik, aktivis dan mahasiswa baik dari HMI maupun dari PMII dengan akhir aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas kebijakan, kinerja dan hati nurani yang dinilai telah mati.

Kali ini PMII menggelar “Tahlil Akbar” dengan tagar Rakyat Tidak Butuh Lagu, Butuh Kesejahteraan. Fauzi Eva Harus Bertanggungjawab Penuh. Sumenep Darurat Kemiskinan, yang akan dilaksanakan pada Kamis malam, (27/7/2023) pukul 19:00 Waktu Indonesia Barat dengan titik kumpul Rumah Sahabat dan titik jihad di Pemkab Sumenep.

Flayer Tahlil Akbar oleh PMII Kabupaten Sumenep atas matinya kinerja dan hati nurani Bupati Sumenep.

PMII menilai tidak ada bentuk dari hasil kinerja Bupati Sumenep dari segi pembangunan hingga taraf sosial yaitu kemiskinan, bahkan giat dalam menciptakan lagu yang menurut PMII tidak butuh karena tidak memberikan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi rakyat, apa yang diciptakan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Bahkan lagu ciptaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi tersebut yang menurut Dimas Wahyu Abdillah sebagai ketua Badan Semi Otonom (BSO) analisis kebijakan publik PMII kabupaten Sumenep bahwasanya hal itu tidak bermanfaat, tidak ada esensinya untuk kepentingan masyarakat. (27/7).

“Apa esensinya menciptakan lagu, kami tidak melarangnya, tetapi jika seorang Bupati bisa menciptakan lagu artinya meluangkan waktu untuk membuat lagu harusnya Bupati juga memiliki waktu untuk kontrol dan memikirkan rakyatnya, memikirkan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan jangan hanya kepentingan politik,” Ungkap Dimas.

Dimas ketua BSO bersama anggota PMII Cabang Sumenep

Sebenarnya dulu kita sudah melakukan aksi dua kali tapi tidak ada sedikitpun respon, sekalipun hanya meminimalisir postingan di tiktok tapi tidak ada perubahan sama sekali pada kinerjanya (Bupati, red).

Aksi pertama kami sudah pernah menyinggung terkait APBD, porsi anggarannya lebih banyak ke anggaran operasional terutama biaya kepegawaian lebih dari 50%, harusnya difokuskan lagi pada pengentasan kemiskinan, program-program infrastruktur contohnya jangan jauh-jauh seperti yang kita lihat kerusakan jalan di beberapa tempat.

Artinya APBD saja sudah menggambarkan banhwa Kabupaten Sumenep itu dibentuk sebagai Kabupaten entartain bukan Kabupaten untuk rakyat.

Kami melihat kepala Dinas-kepala Dinas itu hanya melakukan kerja-kerja politik Bupati, contohnya menyebarkan banner Bupati dengan berkedok Pariwisata.

Kalau soal angka kemiskinan turun, orang data kemiskinan saja itu dualisme dan tidak sinkron artinya kontradiksi seperti di P3KI dengan data BPS yakni dengan angka 206 ribu angka BPS dan 512 ribu angka P3KI.

Selain itu kami juga melakukan quisioner, investigasi dan survey di beberapa desa di daratan dan desa di kepulauan, ternyata angka kemiskinan itu luar biasa, lalu bagaimana kinerja Bupati Sumenep Achmad Fauzi selama ini, protes Dimas.

Saat kami turun memang banyak masyarakat yang mendapat bansos namun kami menilai itu selain tidak tepat sasaran juga hanya orang-orang dekat dengan kepala desa.

Kami akan melakukan tuntutan melalui teatrikal pada pergerakan kami pada tahlil akbar juga akan disampaikan melalui pesan terhadap Bupati atas matinya kinerja Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

“Kami menginginkan Bupati itu benar-benar melihat kemiskinan secara langsung seperti di desa Kolpo Batang-batang, Pragaan, Sapeken, pulau Saur, kecamatan Arjasa, kecamatan kangayan, di Lenteng juga,” beber Dimas.

Memang ada hasil minim dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi, seperti Job Fair yang dijanjikan akan dilaksanakan tiga kali dalam setahun, namun nyatanya hanya dilaksanakan sekali saja. (RHN).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas PAK 2026 dan Rancangan APBD 2027
Pemilihan BPD Desa Ringinpitu Jadi Momentum Memperkuat Demokrasi Desa
Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Desa Panjerejo Bersama Warga Gelar Doa Bersama
Pemkab Tulungagung Dorong Transformasi Pelayanan Publik Mudah, Cepat dan Berkualitas
DKPP Sumenep Buka Jalan Pasar Tembakau Prancak N95
Sumenep-Sampang Buka Kolaborasi Inovasi Digital
Sumenep Perkuat Tata Kelola Koperasi Lewat SAK-EP
Bupati Sumenep: Bhinneka Jadi Pesan Kemerdekaan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 01:18 WIB

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas PAK 2026 dan Rancangan APBD 2027

Selasa, 8 September 2026 - 14:14 WIB

Pemilihan BPD Desa Ringinpitu Jadi Momentum Memperkuat Demokrasi Desa

Rabu, 2 September 2026 - 10:39 WIB

Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Desa Panjerejo Bersama Warga Gelar Doa Bersama

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Tulungagung Dorong Transformasi Pelayanan Publik Mudah, Cepat dan Berkualitas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:41 WIB

DKPP Sumenep Buka Jalan Pasar Tembakau Prancak N95

Berita Terbaru

Opini

Ketika Tempo Berjudi di Madura

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:30 WIB

Tokoh masyarakat Fero Feriyanto yang belakangan menjadi salah satu figur yang mulai mendapat perhatian.

Politik

Nama Fero Mulai Mengemuka Jelang Pilkades Gayam 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 03:27 WIB

Apel akbar hari pramuka ke-65 dengan tema

Nasional

Pramuka Sumenep Mantapkan Langkah Dukung Swasembada Pangan

Kamis, 10 Sep 2026 - 04:39 WIB