Refleksi Bung Karno Menggema di Pendopo Agung, Ribuan Warga Sumenep Ikuti Bulan Bung Karno

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan sambutan pada acara Do'a untuk sang Proklamator, bulan Bung Karno di Pendopo Agung Keraton Sumenep (2/6).

Bagiberita.id, Sumenep – Semangat kebangsaan dan nilai persatuan kembali mengemuka dalam peringatan Bulan Bung Karno yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat tersebut berlangsung khidmat sekaligus menjadi ruang refleksi atas perjalanan bangsa Indonesia yang telah dirintis para pendiri negara.

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan ini diikuti lebih dari 2.000 peserta yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, baik yang hadir langsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep maupun yang mengikuti secara virtual dari pendopo kecamatan masing-masing, Selasa (2/6).

Bacaan Lainnya

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai unsur Forkopimda dan Forkopimcam, tokoh agama, organisasi kepemudaan, kalangan pelajar, mahasiswa, organisasi profesi, komunitas masyarakat hingga perwakilan media dan organisasi kewartawanan.

Suasana semakin terasa khidmat ketika sastrawan sekaligus budayawan Madura, Ibnu Hajar, membawakan refleksi puitik tentang sosok Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Dengan gaya bertutur yang khas, ia mengajak hadirin menelusuri jejak sejarah perjalanan Bung Karno sejak masa kecil hingga menjadi tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ibnu Hajar saat membawakan puisi.

Dalam salah satu penggalan puisinya, Ibnu Hajar mengingatkan bahwa cita-cita besar para pendiri bangsa belum sepenuhnya selesai.

“Aku tahu revolusimu belum selesai. Aku masih mendengar suaramu menggelegar di langit negeri ini. Kami, anak-anakmu, akan menyambung ideologi dan mimpi yang pernah kau tanamkan untuk Indonesia.”

Penggalan refleksi tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta yang memenuhi area pendopo. Nuansa kebangsaan terasa kuat ketika narasi perjuangan, persatuan, dan cita-cita Indonesia masa depan dipadukan dengan semangat generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang menjadi fondasi bangsa.

Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan zaman. Semangat persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman dinilai menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesia memiliki ribuan pulau, beragam bahasa, dan berbagai latar belakang budaya. Namun seluruh perbedaan itu dipersatukan dalam satu identitas sebagai bangsa Indonesia,” ujar Bupati.

Menurutnya, perjuangan membangun bangsa tidak kalah berat dibandingkan perjuangan merebut kemerdekaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga dan merawat hasil perjuangan para pendiri bangsa.

Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang menjadi peserta dominan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pemikiran dan gagasan besar Bung Karno dapat dipelajari serta menjadi inspirasi bagi para pelajar dan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Siapa yang akan menjaga bangsa ini ke depan adalah kita semua, terutama generasi muda yang hari ini sedang belajar dan mempersiapkan diri untuk mengabdi sesuai bidang masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan itu, doa kebangsaan yang dipimpin KH Suyuti turut menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Doa dipanjatkan untuk para pahlawan bangsa, para pendiri negara, serta untuk keberlanjutan Indonesia yang damai, maju, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Panitia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep, sponsor, serta relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Mereka menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat kebangsaan masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.

Selain menjadi momentum mengenang jasa Bung Karno, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi publik mengenai pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Di penghujung acara, semangat yang diwariskan Bung Karno seakan kembali menggema melalui pesan yang berulang kali disampaikan sepanjang kegiatan: bahwa Indonesia yang besar hanya dapat terus berdiri kokoh apabila seluruh anak bangsa tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama merawat cita-cita kemerdekaan.

Peringatan Bulan Bung Karno di Sumenep pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif yang mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan, sebagaimana pesan yang diwariskan Sang Putra Fajar kepada generasi penerus negeri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *