Dari Puisi ke Trilogi, Penulis Sumenep Siapkan Novel Perjuangan Prabowo

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Dunia literasi di Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan geliatnya. Seorang penulis asal Kota Keris yang selama beberapa tahun terakhir aktif menghasilkan karya sastra dan buku bertema sosial, budaya, hingga kebangsaan, kini tengah menyiapkan sebuah proyek besar berupa novel trilogi bertajuk Garis Depan.

Novel tersebut mengangkat kisah perjuangan seorang prajurit yang terinspirasi dari perjalanan hidup Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Berbeda dengan buku biografi pada umumnya, karya ini dikemas dalam bentuk novel historis yang memadukan unsur perjuangan, kepemimpinan, nasionalisme, dan pergulatan batin seorang tokoh utama.

Sampul buku pertama yang telah diperkenalkan kepada publik menampilkan sosok prajurit baret merah dengan latar pegunungan dan bendera Merah Putih. Judul Garis Depan dipilih sebagai simbol keberanian, pengabdian, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Penulis yang menggunakan nama pena A. A. Sandre mengungkapkan bahwa karya tersebut bukan sekadar menceritakan medan tempur atau perjalanan militer. Ia berusaha menghadirkan sisi manusiawi seorang tokoh yang harus berhadapan dengan pilihan-pilihan besar dalam hidupnya.

“Novel ini berbicara tentang keberanian dalam arti yang lebih luas. Bukan hanya keberanian menghadapi musuh, tetapi juga keberanian menjaga prinsip, kehormatan, dan nurani,” ujarnya saat ditemui di Sumenep.

Menurutnya, Garis Depan akan diterbitkan dalam tiga seri atau trilogi. Masing-masing buku akan mengisahkan fase berbeda perjalanan tokoh utama, mulai dari masa pembentukan karakter, pengabdian di lapangan, hingga pergulatan menghadapi perubahan zaman dan tanggung jawab yang semakin besar.

Ia menjelaskan, trilogi tersebut membutuhkan riset yang cukup panjang. Selain mempelajari berbagai referensi sejarah dan perjalanan militer Indonesia, penulis juga berusaha menghadirkan alur yang tetap menarik bagi pembaca umum.

“Targetnya bukan hanya pembaca yang menyukai sejarah atau dunia militer. Saya ingin novel ini bisa dinikmati oleh siapa saja karena yang ditonjolkan adalah nilai perjuangan dan kemanusiaannya,” katanya.

Kehadiran Garis Depan menambah daftar karya yang telah dihasilkan penulis tersebut. Hingga saat ini, ia tercatat telah menerbitkan lima karya dalam berbagai genre. Sejumlah tulisannya banyak mengangkat identitas lokal Madura, isu sosial, kebangsaan, serta dinamika kehidupan masyarakat.

Produktivitas tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkarya dari daerah tidak kalah dengan para penulis yang berada di kota-kota besar. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan akses informasi yang semakin luas, para penulis daerah kini memiliki kesempatan yang sama untuk menghadirkan karya kepada pembaca nasional.

Pengamat literasi lokal menilai munculnya karya-karya baru dari penulis Madura merupakan perkembangan positif bagi ekosistem sastra daerah. Selain memperkaya khazanah literasi, karya semacam ini juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan perspektif lokal kepada pembaca yang lebih luas.

Sementara itu, proses penyelesaian naskah trilogi Garis Depan masih terus berlangsung. Penulis berharap buku pertama dapat segera diterbitkan setelah melalui tahap penyuntingan dan penyempurnaan akhir dan segera launching.

Dengan mengusung tema perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada bangsa, trilogi Garis Depan diharapkan menjadi salah satu karya yang mampu menarik perhatian pembaca sekaligus menambah warna baru dalam dunia novel Indonesia.

Bagi penulisnya, karya tersebut bukan hanya sebuah cerita, melainkan juga upaya menghadirkan refleksi tentang arti keberanian dan tanggung jawab di tengah perubahan zaman yang terus bergerak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI
Madura Bersiap Sambut Karya Bakti TNI AD, Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi Dijadwalkan Hadir
Dari Mami Muda ke Ruang Publik: Jejak Fauzi As yang Kerap Mengusik Status Quo
Refleksi Bung Karno Menggema di Pendopo Agung, Ribuan Warga Sumenep Ikuti Bulan Bung Karno
Pelatihan Paralegal di Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa Kepulauan
Kapolres Sumenep Cek Kesiapan Pos Pengamanan
Bukber KNPI, Bupati Fauzi Ajak Pemuda Ambil Peran Bangun Sumenep
AJS Tekan Pengusaha Rokok: Dukung KEK, Tuntaskan Pajak!

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI

Senin, 8 Juni 2026 - 22:17 WIB

Madura Bersiap Sambut Karya Bakti TNI AD, Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi Dijadwalkan Hadir

Senin, 8 Juni 2026 - 15:51 WIB

Dari Puisi ke Trilogi, Penulis Sumenep Siapkan Novel Perjuangan Prabowo

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:26 WIB

Dari Mami Muda ke Ruang Publik: Jejak Fauzi As yang Kerap Mengusik Status Quo

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:46 WIB

Refleksi Bung Karno Menggema di Pendopo Agung, Ribuan Warga Sumenep Ikuti Bulan Bung Karno

Berita Terbaru

Fauzi As

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 11:26 WIB

Fauzi As, pemerhati kebijakan publik.

Opini

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 15:28 WIB