Mafia Pupuk Diduga Bermain, Polemik Dokumen Subsidi Sumenep Kian Kusut

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Polemik terkait permintaan salinan dokumen distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Sumenep kian memanas. Alih-alih mendapat kejelasan, justru muncul saling lempar tanggung jawab antar pihak terkait. Dugaan adanya ketidaksinkronan data antara kebutuhan, realisasi, serta distribusi pupuk subsidi menambah panjang daftar pertanyaan publik.

Sejak awal, publik menyoroti adanya indikasi bahwa surat dari Bupati Sumenep yang mengatur kuota pupuk tidak sejalan dengan realisasi di lapangan. Situasi ini diperparah oleh dugaan adanya permainan kotor oknum yang disebut-sebut sebagai bagian dari “mafia pupuk”, yang memanfaatkan alur birokrasi untuk kepentingan pribadi.

“Kalau kita lihat, masalah pupuk ini bukan sekadar administrasi yang ruwet. Ada potensi besar praktik korupsi yang dilakukan secara sistematis. Mulai dari pengajuan kebutuhan, distribusi, hingga sampai ke tangan petani, selalu ada ruang gelap yang ditutup-tutupi,” tegas Asmuni, aktivis muda Sumenep, saat dimintai pendapatnya, Jumat (19/9).

Menurutnya, problem utama bukan hanya minimnya transparansi dokumen, melainkan juga lemahnya pengawasan. “Dokumen yang diminta oleh publik itu mestinya bisa diakses, karena menyangkut hajat hidup petani. Kalau sampai ditutup-tutupi, justru menimbulkan kecurigaan bahwa ada yang sedang dilindungi,” tambah Asmuni.

Ia juga menilai, keterlambatan distribusi pupuk yang sering dialami petani menjadi salah satu bukti bahwa tata kelola pupuk subsidi di Sumenep masih bermasalah. “Petani berulang kali mengeluh. Mereka tidak butuh janji, mereka butuh kepastian pupuk tepat waktu dan sesuai harga subsidi. Kalau distribusi tersendat, otomatis hasil panen ikut terancam,” ungkapnya.

Aktivis muda tersebut mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut dugaan permainan mafia pupuk di Sumenep. “Jangan sampai ada pihak yang menari di atas penderitaan petani. Ini harus dibongkar secara tuntas, bukan hanya sebatas wacana,” tandas Asmuni.

Sementara pihak lainnya, oknum dinas dan pengurus berkilah dan saling lempar tanggung jawab.

 

“Iya biar mereka ada keinginan untuk bersama agar tidak semua menggantung ke saya dan tidak mau tanggung jawab,” tegas T (inisial) dalam keterangan tertulinya.

Oknum dinas sendiri, R (inisial) mengatakan bahwa dokumen apa saja yang dibutuhkan akan diberikan.

“Kami akan melengkapi data apa saja yang diminta, nanti akan kami berikan,” ujarnya.

Namun, belum ada upaya dari pihak lainnya untuk membuka dokumen yang diindikasi ada permainan tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPBD Tulungagung Siap Susun Mitigasi Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Usai Musim Kemarau
Camat Tulungagung Bersama Masyarakat Tulungagung Serukan Semangat ” Jogo Tulungagung”
Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
Tasyakuran Jamaah Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung: Haji Mabrur Harus Melahirkan Kepedulian Sosial
Hadiri Bersih Desa Ngranti, Plt Bupati Ajak Lestarikan Budaya dan Ungkapan Syukur
Bertahan Sejak Tahun 1940, Alasan Bupati Fauzi Wajibkan Pawai Muharram di Sumenep Bikin Merinding
Teken Komitmen Bersama di Pendopo Keraton, Pemkab dan BPS Sumenep Bersinergi Rilis Sensus Ekonomi 2026
Genjot Pelayanan Publik, Bupati Achmad Fauzi Rombak Sejumlah Pejabat Strategis Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:09 WIB

BPBD Tulungagung Siap Susun Mitigasi Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Usai Musim Kemarau

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:35 WIB

Camat Tulungagung Bersama Masyarakat Tulungagung Serukan Semangat ” Jogo Tulungagung”

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:57 WIB

Tasyakuran Jamaah Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung: Haji Mabrur Harus Melahirkan Kepedulian Sosial

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:07 WIB

Hadiri Bersih Desa Ngranti, Plt Bupati Ajak Lestarikan Budaya dan Ungkapan Syukur

Senin, 29 Juni 2026 - 23:37 WIB

Bertahan Sejak Tahun 1940, Alasan Bupati Fauzi Wajibkan Pawai Muharram di Sumenep Bikin Merinding

Berita Terbaru

Fauzi As

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 11:26 WIB

Fauzi As, pemerhati kebijakan publik.

Opini

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 15:28 WIB