Bagiberita.id, Sumenep – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik lima pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Fauzi menegaskan bahwa setiap pejabat yang mendapatkan amanah baru wajib menunjukkan perubahan kinerja yang lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya. Menurutnya, jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan melalui hasil kerja nyata, bukan sekadar status atau kedudukan.
“Pejabat yang mendapat kepercayaan harus mampu membuktikan peningkatan kinerja. Amanah ini harus dijawab dengan kerja nyata dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Fauzi.
Ia memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik akan menjalani evaluasi menyeluruh selama enam bulan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan apakah pejabat tersebut layak dipertahankan atau kembali mengalami rotasi jabatan.
“Kinerja mereka akan kami ukur. Jika dalam enam bulan tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan, tentu akan dilakukan penyesuaian kembali,” ujarnya.
Lima pejabat yang dilantik meliputi Raden Achmad Sahwan Efendi sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Sumenep, Hasan Bashri sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Nouvael sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Disperkimhub, Ananta Yuniarto sebagai Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD, serta Ir. Wijaya Saputra sebagai Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan Masyarakat pada Inspektorat Daerah.
Bupati berharap rotasi tersebut mampu melahirkan birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Selain mempercepat pelaksanaan program pembangunan, para pejabat juga diminta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga kualitas aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.







