Evaluasi Pilkada 2024, KPU Sumenep Gelar FGD Lintas Sektoral

Komisi Pemilihan Umum menggelar Focus Group Discussion di hotel El Malik Sumenep.

Bagiberita.id, Sumenep – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama lintas sektoral untuk mengevaluasi pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Ketua KPU Sumenep, Nurussyamsi, mengajak seluruh peserta FGD untuk memberikan masukan dan saran guna perbaikan penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Nurussyamsi mengungkapkan bahwa meskipun Pilkada di Sumenep berjalan aman dan lancar, tetap ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi. Menurutnya, perubahan dalam sistem pemilu di masa depan perlu dipersiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan kendala teknis maupun administratif. (26/2)

Bacaan Lainnya

Komisioner KPU Sumenep, Malik Mustofa, yang memimpin jalannya FGD, menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 merupakan tahapan panjang. Dengan dua agenda besar, yakni Pemilu Presiden dan Legislatif di Februari serta Pilkada di November, KPU harus memastikan kesiapan penyelenggaraan di setiap tahapannya.

Salah satu tantangan utama yang dibahas dalam FGD adalah tingkat partisipasi pemilih. Menurut Nurussyamsi, partisipasi dalam Pilgub Jatim di Sumenep cukup tinggi, tetapi dalam Pilbup terjadi sedikit penurunan. Oleh karena itu, strategi peningkatan partisipasi akan menjadi fokus evaluasi.

Persoalan akurasi data pemilih juga menjadi perhatian utama dalam diskusi. Malik Mustofa menyebut bahwa KPU terus berkoordinasi dengan Dukcapil untuk memperbarui data pemilih, terutama terkait daftar warga yang sudah meninggal tetapi masih tercatat sebagai pemilih.

Selain itu, KPU Sumenep juga menerima berbagai masukan dari peserta FGD, termasuk dari perwakilan partai politik, lembaga pemantau pemilu, serta organisasi masyarakat. Salah satu saran yang mencuat adalah perlunya sosialisasi yang lebih masif kepada pemilih pemula dan kelompok rentan.

Tak hanya evaluasi teknis, aspek keamanan dan netralitas penyelenggara juga menjadi bahan diskusi. Sejumlah peserta FGD menyoroti pentingnya memperketat pengawasan untuk mencegah potensi pelanggaran, termasuk politik uang dan penyalahgunaan wewenang.

Dalam penutupan acara, Nurussyamsi menegaskan bahwa KPU Sumenep berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan. Ia berharap hasil evaluasi dalam FGD ini dapat menjadi rekomendasi bagi penyelenggaraan pemilu yang lebih baik di masa mendatang.

Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilu. Diharapkan dengan adanya evaluasi yang menyeluruh, Pemilu 2029 mendatang dapat berjalan lebih efektif dan partisipatif.

Dengan berbagai masukan yang diterima, KPU Sumenep optimistis dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dan pilkada ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *