Dugaan Pemotongan Dana Kapitasi di Sumenep, Bukti Baru Mengarah pada Praktik Gratifikasi

- Redaksi

Selasa, 28 Januari 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id,Sumenep – Dugaan pemotongan dana kapitasi di Kabupaten Sumenep kembali memunculkan polemik. Informasi terbaru menyebutkan, selain pemotongan mencapai 40 persen lebih, terdapat indikasi pemotongan kedua yang diduga dilakukan oleh pihak puskesmas sendiri.

Modus operandi pemotongan pertama dilakukan dengan penguasaan buku rekening oleh oknum bendahara puskesmas. Proses pencairan dana melalui bank swasta BPRS melibatkan pengumpulan KTP tenaga medis, yang akhirnya menimbulkan keluhan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. (28/1)

Indikasi modus kedua terjadi melalui transfer dana kapitasi selama tiga bulan secara utuh ke rekening penerima, namun sebagian dana tersebut ditransfer kembali ke rekening lain. Dugaan ini melibatkan pihak-pihak tertentu sebagai koordinator di setiap puskesmas.

Cara ini dianggap sebagai bentuk penyelewengan serius. Penyelidikan tengah dilakukan untuk melacak tujuan akhir aliran dana tersebut, yang diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Berdasarkan bukti baru, salah satu dokter mengungkap adanya pemotongan dana kapitasi dengan persentase hingga 25 persen di beberapa puskesmas. “Untuk puskesmas lainnya, ada yang mencapai 23 persen,” ungkapnya.

Salah seorang dokter lainnya, dr. V, mengonfirmasi bahwa sebelumnya pemotongan mencapai 23 persen, meski untuk periode sekarang belum diketahui pasti.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Kadinkes P2KB) Sumenep, Ellya, membantah tuduhan tersebut. “Terkait berita ini, sudah saya sampaikan saat wawancara hari Kamis kemarin,” tegasnya.

Saat dimintai klarifikasi terkait dugaan gratifikasi dalam aliran dana kapitasi yang ditransfer kembali ke rekening lain, Ellya menanggapi, “Gratifikasi apa ya, Mas? Mohon maaf, saya sudah menjelaskan semua saat wawancara sebelumnya.”

Berdasarkan data yang ada, pola transfer dana yang masuk ke rekening penerima dan sebagian dikirim kembali ke rekening lain menimbulkan dugaan kuat terkait gratifikasi. Hal ini semakin memperkuat indikasi adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana publik tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat dan pihak berwenang. Investigasi lanjutan diharapkan mampu mengungkap fakta-fakta yang ada dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana kapitasi di Kabupaten Sumenep.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Doa dari Monas untuk NTT
Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI
Madura Bersiap Sambut Karya Bakti TNI AD, Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi Dijadwalkan Hadir
Dari Puisi ke Trilogi, Penulis Sumenep Siapkan Novel Perjuangan Prabowo
Dari Mami Muda ke Ruang Publik: Jejak Fauzi As yang Kerap Mengusik Status Quo
Refleksi Bung Karno Menggema di Pendopo Agung, Ribuan Warga Sumenep Ikuti Bulan Bung Karno
Pelatihan Paralegal di Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa Kepulauan
Kapolres Sumenep Cek Kesiapan Pos Pengamanan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:02 WIB

HUT RI ke-81, Doa dari Monas untuk NTT

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI

Senin, 8 Juni 2026 - 22:17 WIB

Madura Bersiap Sambut Karya Bakti TNI AD, Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi Dijadwalkan Hadir

Senin, 8 Juni 2026 - 15:51 WIB

Dari Puisi ke Trilogi, Penulis Sumenep Siapkan Novel Perjuangan Prabowo

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:26 WIB

Dari Mami Muda ke Ruang Publik: Jejak Fauzi As yang Kerap Mengusik Status Quo

Berita Terbaru

Pemerintah Kabupaten Sumenep membuka ruang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang melalui sektor komunikasi dan informatika.

Berita

Sumenep-Sampang Buka Kolaborasi Inovasi Digital

Senin, 17 Agu 2026 - 07:38 WIB

50 pengurus koperasi yang mengikuti kegiatan tersebut, Bimtek menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman sekaligus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan pengelolaan koperasi di tengah tuntutan tata kelola yang semakin transparan dan akuntabel.

Berita

Sumenep Perkuat Tata Kelola Koperasi Lewat SAK-EP

Senin, 17 Agu 2026 - 07:29 WIB

Berita

Bupati Sumenep: Bhinneka Jadi Pesan Kemerdekaan

Senin, 17 Agu 2026 - 07:20 WIB

Berita

Kemerdekaan dan Kebersamaan

Senin, 17 Agu 2026 - 07:17 WIB

Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Berita

HUT RI ke-81, Doa dari Monas untuk NTT

Senin, 17 Agu 2026 - 07:02 WIB