Diduga Mafia Pupuk Bermain di Sumenep, Data Alokasi Subsidi Dipertanyakan

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Pupuk bersubsidi yang sejatinya dihadirkan pemerintah untuk meringankan beban petani dan menjaga ketahanan pangan, justru diduga menjadi ladang permainan bagi oknum di Kabupaten Sumenep. Dugaan tersebut muncul setelah Solidaritas Aktivis, Mahasiswa, dan Wartawan Sumenep (SAMBA) menemukan kejanggalan dalam proses pengadaan serta distribusi pupuk subsidi sejak tahun 2018 hingga 2024.

Forum audiensi yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumenep membuka tabir awal persoalan ini. Tim SAMBA meminta data realisasi pupuk subsidi selama enam tahun terakhir, namun pihak dinas tidak mampu menunjukkan secara lengkap, khususnya untuk tahun 2018 hingga 2020. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), masyarakat berhak memperoleh akses informasi dari badan publik.

“Kami melihat adanya indikasi kuat mark up data oleh dinas pertanian bersama oknum terkait. Mekanisme penyusunan SK alokasi pupuk dengan distributor diduga tidak sesuai fakta di lapangan. Data luas lahan, jenis komoditas, hingga RDKK petani tidak sinkron,” ungkap Asmuni, perwakilan SAMBA, kepada media ini.

Temuan tersebut diperkuat oleh perbedaan signifikan antara usulan kebutuhan pupuk kelompok tani di tingkat kecamatan dengan SK alokasi yang dikeluarkan dinas. Dugaan mark up inilah yang diyakini menjadi celah masuknya praktik mafia pupuk subsidi di Sumenep.

SAMBA menilai lemahnya sistem pengawasan terhadap distributor dan kios resmi turut memperparah kondisi. Penyaluran pupuk kerap melenceng dari aturan, sehingga kelangkaan pupuk di lapangan menjadi masalah berulang. Tidak jarang, petani kecil yang tidak masuk dalam RDKK semakin sulit menebus pupuk di kios resmi.

“Dinas harus memastikan alokasi sesuai kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar angka administratif. Jika tidak, petani terus jadi korban,” tegas Asmuni.

Selain itu, SAMBA mendorong agar pemerintah daerah menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses petani. Hal ini dinilai penting agar masalah distribusi pupuk bisa segera mendapat solusi, tanpa menunggu gejolak yang lebih besar di masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, SAMBA akan mengirimkan surat audiensi ke pihak Pupuk Indonesia untuk mengurai persoalan ini secara lebih transparan. Mereka juga berkomitmen mengawal temuan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan mafia pupuk subsidi.

“Kasus ini tidak boleh berhenti di temuan awal. Kami akan terus mengawalnya sampai benar-benar terang benderang, agar uang negara tidak terus dirugikan dan petani tidak semakin terjepit,” pungkas Asmuni.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelatihan Paralegal di Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa Kepulauan
Tolak Peradilan Militer, GAPADA Desak Kasus Andrie Yunus Diadili Umum
Konferensi Pers Kapolda Jatim Batal, Media Menunggu Tiga Jam Tanpa Kepastian
Aktivis Dear Jatim Adukan Dugaan Korupsi PUTR Sumenep ke Polda Jatim
KPK Periksa Pengusaha Rokok dalam Skandal Pita Cukai, Dear Jatim Desak KPK “Main” ke Madura
Dear Jatim Gelar Mimbar Bebas di Depan Kantor DPRD Sumenep, Kecam Teror terhadap Aktivis
Harga Miring, Biaya Membengkak Hingga Dugaan Penelantaran Sejumlah Jamaah Haji
Aksi Bisu Dear Jatim Soroti Maraknya Korupsi di Sumenep, Desak Polres Segera Atensi Laporan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:50 WIB

Pelatihan Paralegal di Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa Kepulauan

Jumat, 24 April 2026 - 09:19 WIB

Tolak Peradilan Militer, GAPADA Desak Kasus Andrie Yunus Diadili Umum

Selasa, 14 April 2026 - 21:45 WIB

Konferensi Pers Kapolda Jatim Batal, Media Menunggu Tiga Jam Tanpa Kepastian

Selasa, 7 April 2026 - 12:49 WIB

Aktivis Dear Jatim Adukan Dugaan Korupsi PUTR Sumenep ke Polda Jatim

Sabtu, 4 April 2026 - 00:17 WIB

KPK Periksa Pengusaha Rokok dalam Skandal Pita Cukai, Dear Jatim Desak KPK “Main” ke Madura

Berita Terbaru

Berita

Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:15 WIB