Pengakuan Pemotongan Dana Kapitasi di Sumenep: Membuka Tabir

- Redaksi

Senin, 20 Januari 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Dugaan pemotongan dana kapitasi pada puluhan puskesmas di Kabupaten Sumenep mulai menemukan titik terang. Sejumlah tenaga kesehatan mengungkapkan adanya praktik pengurangan dana yang telah berlangsung cukup lama.

Kesaksian dari beberapa tenaga medis mengindikasikan potongan dana mencapai 40 persen lebih. “Kami merasa dirugikan karena potongan ini tidak jelas tujuannya,” ungkap salah satu sumber anonim.

Bukti transfer dana yang mencurigakan juga telah ditemukan, semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan. Selain itu, pihak lain menyebut agar “tidak ada bukti tertulis” terkait pemotongan ini.

Satu persatu pihak dari puluhan puskesmas mulai bermunculan, hingga pengakuan atas pemotongan dana kapitasi yang bervariasi dengan persentase yang berubah-ubah, dan mengisyaratkan bahwa besarannya bersifat kondisional. (20/1)

Hal itu juga dihasilkan oleh rapat, sehingga muncul dugaan-dugaan pemotongan secara masif dan terstruktur. Bahkan kekinian, adanya informasi lain tentang hadirnya mediator dalam kasus ini.

Dana kapitasi, yang seharusnya digunakan untuk pelayanan kesehatan dan insentif tenaga medis, justru menjadi polemik. Ketidakjelasan alokasi dana menimbulkan kekecewaan di kalangan tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, dr. Ellya Fardasah, M.Kes, membantah tuduhan ini dan menegaskan pihaknya sudah bekerja sesuai aturan. “Kami memastikan semua proses berjalan transparan,” tegasnya pada beberapa media minggu lalu.

Namun, pengakuan dari beberapa puskesmas justru menunjukkan sebaliknya. Mereka menuntut agar pengelolaan dana diperiksa secara menyeluruh untuk mencegah penyalahgunaan di masa depan.

Salah satu tenaga kesehatan mengaku potongan dana tersebut tidak sebanding dengan insentif yang diterima. “Potongannya besar, tapi yang kami dapatkan sangat sedikit. Ini harus segera diusut,” ujarnya.

Kasus ini memicu desakan publik untuk dilakukan audit mendalam. Banyak pihak berharap agar dana kapitasi dikelola secara transparan dan digunakan sesuai peruntukannya.

Laporan resmi terkait dugaan pemotongan ini telah diajukan ke otoritas berwenang. Publik menantikan langkah konkret aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah untuk mengungkap kebenaran dan menindak tegas oknum yang terlibat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Doa dari Monas untuk NTT
Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI
Madura Bersiap Sambut Karya Bakti TNI AD, Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi Dijadwalkan Hadir
Dari Puisi ke Trilogi, Penulis Sumenep Siapkan Novel Perjuangan Prabowo
Dari Mami Muda ke Ruang Publik: Jejak Fauzi As yang Kerap Mengusik Status Quo
Refleksi Bung Karno Menggema di Pendopo Agung, Ribuan Warga Sumenep Ikuti Bulan Bung Karno
Pelatihan Paralegal di Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa Kepulauan
Kapolres Sumenep Cek Kesiapan Pos Pengamanan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:02 WIB

HUT RI ke-81, Doa dari Monas untuk NTT

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI

Senin, 8 Juni 2026 - 22:17 WIB

Madura Bersiap Sambut Karya Bakti TNI AD, Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi Dijadwalkan Hadir

Senin, 8 Juni 2026 - 15:51 WIB

Dari Puisi ke Trilogi, Penulis Sumenep Siapkan Novel Perjuangan Prabowo

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:26 WIB

Dari Mami Muda ke Ruang Publik: Jejak Fauzi As yang Kerap Mengusik Status Quo

Berita Terbaru

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Berita

RSUD Sumenep Lepas Pegawai Purna Tugas dengan Penghormatan

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:19 WIB