Tugas Jurnalistik Dibalas Pukulan: Wartawan Radar Situbondo Jadi Korban

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Situbondo – Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng wajah demokrasi di Indonesia. Seorang wartawan Radar Situbondo, Humaidi, menjadi korban pemukulan brutal saat tengah menjalankan tugas peliputan aksi damai di kawasan Alun-alun Situbondo pada Kamis (31/07/2025).

Aksi damai yang digelar oleh sejumlah LSM dan insan pers di Situbondo awalnya berlangsung tertib. Namun suasana berubah kacau saat insiden kekerasan terjadi, diduga dipicu oleh upaya Bupati yang tak terima direkam ketika hendak dikonfirmasi oleh wartawan. “Saat saya dekati untuk klarifikasi, Bupati malah berusaha merebut ponsel saya. Saya dipukul, diseret, dan saat bangkit pun kembali dihantam,” ungkap Humaidi.

Wartawan Radar Situbondo, Humaidi yang diduga menjadi korban tindak kekerasan.

Peristiwa ini langsung menuai kemarahan publik, terutama dari kalangan jurnalis dan pemerhati hukum. Aksi kekerasan terhadap jurnalis dinilai sebagai bentuk nyata pembungkaman terhadap kebebasan pers yang dijamin konstitusi.

“Kami mengutuk keras tindakan ini. Seorang kepala daerah semestinya menjadi contoh dalam menjunjung hukum, bukan justru melakukan kekerasan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas,” tegas Enggrid Duwi Budi Setiawan, SH., praktisi hukum asal Situbondo. Ia mendesak pihak kepolisian untuk tidak ragu menetapkan tersangka dalam kasus ini, siapapun pelakunya, termasuk jika benar melibatkan Bupati.

Hal senada disampaikan Ketua Umum LSM Siti Jenar, Eko Febriyanto, yang menyebut insiden ini sebagai serangan terang-terangan terhadap prinsip demokrasi dan hak publik untuk tahu. “Ini tidak bisa ditoleransi. Apa yang dialami Humaidi adalah bentuk penghalangan kerja jurnalistik, pelanggaran terhadap UU Pers No. 40 Tahun 1999, UU HAM No. 39 Tahun 1999, bahkan mencederai prinsip-prinsip yang dijunjung oleh Polri dalam Perkap Nomor 8 Tahun 2009,” tegas Eko.

Ia menambahkan bahwa aparat keamanan juga patut dipertanyakan. “Pengamanan dalam aksi ini sangat lemah. Harusnya polisi memastikan keamanan semua peserta, termasuk jurnalis. Ini menunjukkan kegagalan SOP di lapangan.”

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Bupati Situbondo maupun Pemkab. Di sisi lain, gelombang solidaritas dan desakan agar pelaku segera ditangkap terus berdatangan. Sejumlah organisasi pers, media nasional, hingga aktivis HAM ikut bersuara mendesak tindakan tegas dari penegak hukum.

Peristiwa ini mencoreng kebebasan pers di Situbondo dan menjadi pengingat bahwa jurnalis masih menghadapi risiko nyata dalam menjalankan profesinya. Pers bukan musuh pejabat, melainkan mitra dalam membangun transparansi dan demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab dan Baznas Tulungagung Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih ke Lima Kecamatan
Sinergi BPBD Tulungagung–BPBD Trenggalek Teken Perjanjian Kerjasama
Disnakertrans Tulungagung Manfaatkan Alokasi DBHCHT Untuk Mencetak SDM Yang Unggul
Menyikapi Musim Kemarau, BPBD Tulungagung Salurkan Air Bersih Pada Desa Terdampak
Pembangunan Drainase Disperkim Tulungagung, Guna Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Lingkungan 
Pembangunan Drainase Disperkim Tulungagung, Guna Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Lingkungan
GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep
Dinas PUPR Tulungagung Terus Berupaya Berikan Layanan Infrastruktur Pada Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Sinergi BPBD Tulungagung–BPBD Trenggalek Teken Perjanjian Kerjasama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Disnakertrans Tulungagung Manfaatkan Alokasi DBHCHT Untuk Mencetak SDM Yang Unggul

Rabu, 30 September 2026 - 05:30 WIB

Menyikapi Musim Kemarau, BPBD Tulungagung Salurkan Air Bersih Pada Desa Terdampak

Kamis, 17 September 2026 - 22:39 WIB

Pembangunan Drainase Disperkim Tulungagung, Guna Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Lingkungan 

Kamis, 17 September 2026 - 15:54 WIB

Pembangunan Drainase Disperkim Tulungagung, Guna Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Lingkungan

Berita Terbaru

Kesehatan

RSUD Campurdarat dr.Karneni Luncurkan Layanan CT SCAN

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:01 WIB

Penyerahan dana reses oleh MH Said Abdullah untuk renovasi rumah tidak layak tinggal.

Berita

Said Abdullah Bantu Renovasi Rumah Warga Raas

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:29 WIB