Bagiberita.id, Sumenep – Penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kapitasi di beberapa daerah di Jawa Timur, menjadi sinyal positif bagi pelapor kasus serupa di Kabupaten Sumenep, Madura, Kamis (14/2).
Direktur Lembaga Hukum Gagas Nusantara (LHGN), Hasyim Khafani, mengungkapkan bahwa perkembangan hukum di daerah lain seharusnya menjadi dorongan bagi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk mempercepat proses penyelidikan dugaan pemotongan dana kapitasi di Sumenep.
Menurutnya, kasus dana kapitasi kini mendapat perhatian besar dari masyarakat dan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, ia mendukung langkah-langkah kejaksaan dalam mengusut dugaan penyimpangan, khususnya di lingkungan Dinas Kesehatan Sumenep.
“Penetapan tersangka di beberapa daerah ini bisa membuka tabir dugaan korupsi dana kapitasi di Sumenep. Apakah benar ada oknum yang terlibat atau tidak, semua harus diproses secara transparan,” ujarnya.
Hasyim menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menakut-nakuti siapa pun. Namun, jika ada pihak yang meragukan laporan timnya, ia mempersilakan untuk mengonfirmasi langsung ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung dugaan adanya pihak-pihak berpengaruh yang mencoba melindungi oknum tertentu dalam kasus ini. Ia berharap mereka yang terlibat segera bertobat dan menghentikan praktik-praktik korupsi yang merugikan masyarakat.
“Saya berharap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur segera menindaklanjuti laporan ini. Dugaan pemotongan dana kapitasi mencapai angka yang cukup fantastis, melibatkan puluhan puskesmas di Sumenep yang harus diperiksa,” tegasnya.
Hasyim menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas agar memberikan efek jera dan memperbaiki tata kelola dana kapitasi di Kabupaten Sumenep.
“Sadar dan bersihkan diri. Kembalikan uang yang diambil dari rakyat. Jika malu mengakuinya, carilah cara, tetapi yang terpenting, uang itu harus dikembalikan,” pungkasnya, mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes saat dimintai keterangan, belum memberikan tanggapan hingga berita ini tayang.