Plt Bupati Tulungagung Buka Pameran Museum Gayatri

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : istimewa

Bagiberita.id, Tulungagung – Bertempat di Museum Gayatri, Plt Bupati Ahmad Baharudin atas nama Pemkab Tulungagung resmi membuka Pameran Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026, Selasa (22/9).

Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya”. Tak hanya menampilkan koleksi Museum Daerah Kabupaten Tulungagung, kegiatan tersebut juga menghadirkan koleksi dari sejumlah museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas dari berbagai daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan keberadaan museum memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus memperkenalkan sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat.

Menurutnya, koleksi museum bukan sekadar benda lama yang disimpan, tetapi memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

“Museum memiliki peran strategis dalam melestarikan, merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan sejarah serta budaya kepada masyarakat,” tutur Ahmad Baharudin.

Beragam koleksi ditampilkan dalam pameran tersebut. Mulai dari wayang, arca, benda tinggalan masa klasik, benda perjuangan, artefak pendidikan dan kebudayaan, hingga berbagai benda bersejarah lainnya.

Koleksi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat dari berbagai masa. Setiap benda membawa cerita mengenai jejak sejarah, pembentukan identitas, hingga perkembangan karya seni dan budaya.

“Keberagaman peserta dan koleksi yang ditampilkan memperlihatkan berbagai bentuk ekspresi seni dan budaya dari daerah serta latar sejarah yang berbeda,” jelasnya.

Ahmad Baharudin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang melihat koleksi, tetapi juga menjadi ruang belajar dan bertukar pengetahuan mengenai sejarah serta kebudayaan.

Pemkab Tulungagung, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan fungsi museum sebagai ruang edukasi dan apresiasi budaya. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, museum, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Semoga Pameran Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 ini dapat menjadi ruang apresiasi dan edukasi yang mempertemukan koleksi, pengetahuan, serta berbagai ekspresi seni dan budaya dari berbagai daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Muhammad Ardian Chandra, mengatakan pameran tahun ini melibatkan sejumlah museum dari luar daerah.

Sedikitnya enam museum turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Museum Sukoharjo, Museum Nganjuk, Museum Universitas Airlangga (Unair), museum dari Surabaya, serta museum dari Ponorogo.

Selain koleksi dari luar daerah, sejumlah stan juga menampilkan benda-benda bersejarah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung.

Ardian Candra mengatakan, pameran tersebut diharapkan dapat memperkenalkan museum kepada masyarakat sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi.

“Tujuannya mengenalkan kepada masyarakat sarana edukasi dan rekreasi. Harapannya, utamanya karakter bangsa bisa tetap terjaga dan budaya juga tetap terjaga sehingga tidak punah,” kata Candra sapaan akrabnya.

Ia menilai museum memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Dengan pengelolaan dan pengembangan yang tepat, museum dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi bagi masyarakat.

Karena itu, Pemkab Tulungagung terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Museum Gayatri. Namun, pengembangan tersebut akan tetap diselaraskan dengan arah dan perencanaan pembangunan daerah.

“Kita dukung museum sebagai lokasi wisata, tapi kita sesuaikan dengan perencanaan pembangunan daerah,” ucapnya.

Candra menambahkan, Pemkab Tulungagung juga merencanakan perbaikan display atau tata tampilan koleksi Museum Gayatri pada tahun ini. Perbaikan tersebut diharapkan dapat membuat penyajian koleksi lebih menarik sekaligus mendukung fungsi museum sebagai ruang edukasi dan wisata.

“Tahun ini akan ada perbaikan display museum. Pengembangan museum disesuaikan dengan pembangunan daerah,” pungkasnya. (Lukman)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Budaya dan Kreativitas Masyarakat Desa Kacangan
Larung Sembonyo Tradisi Rutin Masyarakat Tulungagung Pesisir Selatan
Bersih Desa Sobontoro, Demi Wujudkan Desa Gemah Ripah Lohjinawi
Jamasan Kanjeng Kyai Upas Bukan Sekadar Ritual, Tetapi Penghormatan Sejarah
Auroville: Eksperimen Kota Utopia yang Menantang Batas Peradaban Modern
Pengajian Akbar di Masjid Al-Mujahidin Gadu Barat: Wujud Syukur dan Persatuan Umat
DRT Malindos Wakili Sumenep di Piala Karesidenan
Madura Night Vaganza 2025 Meriah, Stand Arinna Cafe & Resto Dipadati Pembeli

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:04 WIB

Plt Bupati Tulungagung Buka Pameran Museum Gayatri

Sabtu, 5 September 2026 - 16:16 WIB

Semarak Budaya dan Kreativitas Masyarakat Desa Kacangan

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:55 WIB

Larung Sembonyo Tradisi Rutin Masyarakat Tulungagung Pesisir Selatan

Senin, 6 Juli 2026 - 23:31 WIB

Bersih Desa Sobontoro, Demi Wujudkan Desa Gemah Ripah Lohjinawi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:31 WIB

Jamasan Kanjeng Kyai Upas Bukan Sekadar Ritual, Tetapi Penghormatan Sejarah

Berita Terbaru

Budaya

Plt Bupati Tulungagung Buka Pameran Museum Gayatri

Kamis, 24 Sep 2026 - 06:04 WIB

Gerakan Mahasiswa Sumenep (GMS) dalam aksinya di depan gedung kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep pada Rabu (16/9).

Berita

GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB