Bagiberita.id, Sumenep – Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah Sumenep sudah tinggal beberapa saat lagi, desas-desus terkait pasangan bakal Cabup-Cawabup mulai dibaca oleh publik, Jum’at (29/03).
Isu Petahana, Fauzi Wongsojudo yang merupakan keponakan dari Said Abdullah mulai digadang-gadang, dipasangkan pada beberapa tokoh yakni, tokoh Politisi dan tokoh Ulama.
Tak hanya satu dua bakal calon yang dipasangkan bersama Fauzi sebagai petahana, namun lebih dari tiga nama tokoh, baik dari kalangan politisi maupun kalangan ulama.
Beda dengan posisi KH. Ali Fikri yang akrab disapa Mas Kiai, yang sebelumnya sempat berhembus kabar yang disampaikan oleh Fauzi As, bahwasanya cocok jika dipasangkan dengan Syafwan Wahyudi atau akrab dipanggil Udik DRT sebagai tokoh muda yang merupakan pengusaha sukses.
Bahkan, hari ini Mas Kiai terlihat duduk akrab dengan Fauzi As yang merupakan tokoh muda pemerhati kebijkan dan getol mengkritisi Pemerintahan Sumenep periode Fauzi Wongsojudo-Nyiai Khalifah yang akrab dipanggil Nyi Eva yang merupakan Ketua Muslimat.
Tampak Fauzi As sedang berdiskusi dengan Mas Kiai, tentang Pilkada yang akan datang.
Sempat disebut, bahwa kursi Pilkada periode mendatang akan menguat pada posisi Mas Kiai sebagai Bacabup.
Namun dalam pembicaraan keduanya terkesan santai, sambil menyeruput kopi tarik Khas Cafe & Resto MAMIMUDA.
Arah obrolan mereka memang tentang Pilkada yang akan datang, namun belum menentukan posisi dari Mas Kiai, apakah tetap pada pasangan KH. Ali Fikri – Syafwan Wahyudi, atau ke arah yang lain.
Namun dalam perbincangan sebelum mengakhiri pertemuan tersebut, Fauzi As melontarkan pertanyaan tentang kesiapan Mas Kiai untuk Maju pada posisi M1 atau Bacabup.
“Bagaimana Mas Kiai, apakah Mas Kiai siap untuk maju pada kontestasi Pilkada yang akan datang?” desak Fauzi As.
Sementara Mas Kiai menyepakati pertanyaan dari Fauzi As, “Jika tokoh kredibel berintegritas meminta saya untuk maju tentu kami harus siap menyambut kepercayaannya,” ujar Mas Kiai.
Jawaban tersebut merupakan ancaman buat posisi Fauzi Wongsojudo sebagai Petahana, sebab, dirunut dari kultural Mas Kiai yang merupakan keturunan dari Bani Sarkawi, Guluk-guluk mampu mendominasi peta suara sejak tahun 70 an, hal itu dapat dibaca dan dapat menjadi bukti yang authentik, sejak KH. Ramdhan Siradj yang telah mampu dua kali memenangkan Pilkada sehingga memberinya posisi sebagai M1 atau Bupati Sumenep.
Fauzi As mengatakan bahwa dirinya akan siap menguji kekuatan suara PDI-P sebagai Petahana pada Pilkada yang akan datang.
“Kita akan uji kekuatan PDIP Pada pilkada 2024 ini. Sebab bisa saja apa yang terjadi dalam Pilpres barusan inline dengan Pilkada Sumenep.
Kami yakin jika Brigib bergandengan tangan dengan tokoh pesantren akan menjadi kekuatan yang layak diperhitungkan, sebab Mas Kiai sebagai salah satu tokoh yang punya basis rill di kalangan NU kultural, santri dan alumni.
Sementara Brigib sebagai organ pendukung Prabowo Gibran pada Pilpres 2024 ini cukup berhasil menekan suara Ganjar – Mahfud di Kabupaten Sumenep.
Dengan dua hal di atas maka kita cukup yakin dapat mangalahkan Fauzi dalam Pilkada tahun ini. (RHN).