Bagiberita.id, Sumenep – Rabu, 18 Maret 2026 menjadi hari yang sarat makna di Kabupaten Sumenep. Di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, sebuah gerakan sosial lahir dari lingkungan masjid yang menunjukkan bahwa fungsi rumah ibadah tidak lagi sekadar tempat ritual, melainkan juga pusat kepedulian dan aksi kemanusiaan.
Melalui kolaborasi antara Media Detikzone.id dan Takmir Masjid Mujahidin, sebanyak 150 penerima manfaat mendapatkan santunan dalam kegiatan yang digelar penuh kehangatan. Mereka terdiri dari anak yatim, dhuafa, marbot masjid, muadzin, hingga para penggali kubur yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Bantuan yang diberikan berupa beras, uang tunai, serta sarung. Tidak hanya itu, tim Detikzone.id juga mengambil langkah lebih jauh dengan mendatangi langsung rumah warga yang tidak dapat hadir, baik karena keterbatasan fisik maupun kendala lainnya. Upaya ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pergerakan sosial di tengah masyarakat.
“Masjid harus menjadi ruang hidup bagi umat. Bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut terinspirasi dari konsep masjid yang aktif memberdayakan umat, yang kemudian diadaptasi bersama Ketua Takmir Masjid Mujahidin, Kiai Jamaluddin, beserta seluruh pengurus. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan gerakan sosial yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
“Kita tidak boleh diam melihat kesulitan di sekitar. Masjid harus hadir sebagai jawaban,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, Masjid Mujahidin kini mulai bertransformasi. Tidak hanya sebagai tempat ibadah dan penyaluran santunan, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial yang terintegrasi dengan berbagai program kemanusiaan. Mulai dari bantuan ekonomi, layanan sosial, hingga pendampingan warga dalam kondisi darurat.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan pun kini memiliki akses lebih mudah. Mereka dapat langsung berkoordinasi dengan tim masjid maupun Detikzone untuk mendapatkan solusi secara cepat dan tepat.
Detikzone.id sendiri dikenal tidak hanya berfokus pada pemberitaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial di Kabupaten Sumenep. Sejumlah program yang telah dijalankan antara lain pembangunan musala umat, penyediaan ambulans gratis, serta rumah singgah bagi keluarga pasien.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Detikzone juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan santunan ini.
“Dukungan dari para takmir dan relasi menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Semoga kolaborasi ini terus terjaga dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kiai Jamaluddin menilai sinergi antara media dan masjid merupakan langkah strategis yang patut diperluas. Ia menekankan bahwa peran jurnalis tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi sosial.
“Media memiliki kekuatan besar. Jika digerakkan untuk kepentingan umat, maka dampaknya akan sangat luas, termasuk dalam membantu mengurangi persoalan kemiskinan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak untuk mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa ketika masjid dan media bersatu, lahir kekuatan sosial yang tidak hanya berbicara dalam narasi, tetapi juga bergerak dalam aksi nyata. Apa yang dilakukan Detikzone.id bersama Takmir Masjid Mujahidin bukan sekadar kegiatan santunan, melainkan sebuah model gerakan sosial yang relevan untuk direplikasi di berbagai daerah.
Jika langkah ini terus diperluas, maka masjid akan semakin berperan sebagai pusat solusi umat, sementara media bertransformasi menjadi motor penggerak perubahan yang menghadirkan harapan di tengah masyarakat.










