Petani Ngraho Blora Bakal Garap Lahan Hutan Secara Legal

- Redaksi

Minggu, 19 Februari 2023 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi/tribunmataram

Foto : Ilustrasi/tribunmataram

Bagiberita.id, Blora – Petani Ngraho, Kedungtuban, kabupaten Blora, mengajukan ratusan bidang lahan garapan dalam program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) Perhutanan Sosial. Dengan program itu petani Ngraho bisa secara legal mengelola lahan yang semula dikelola Perhutani.

“Kita telah mengajukan 306,8 hektare. Dari luas hutan di Ngraho sekitar 735 hektare dan 80 hektare sudah divertek (verifikasi teknis),” kata Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Purwo Suci, Saifudin Ahmad saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/2).

Menurut Saifudin yang juga Sekretaris Desa Ngraho, program KHDPK Perhutanan Sosial menjadi angin segar bagi masyarakat petani hutan. Sebab, petani bisa mengelola secara legal KHDPK yang sebelumnya di bawah pengelolaan Perhutani.

“Masyarakat tani hutan sangat antusias. Blora ada percepatan KHDPK, warga sangat gembira. Kabarnya pak Presiden yang akan memberikan SK sendiri. Jadi nanti kita punya payung hukum untuk mengelola perhutanan sosial ini,” terangnya.

Saifudin juga berharap agar para petani yang selama ini menggantungkan hidupnya di lahan hutan segera mendapat kepastian hukum dari pemerintah.

“Kami berharap SK segera diterbitkan dan dibagikan langsung oleh Pak Jokowi. Semoga program ini dapat mewujudkan hutan subur rakyat makmur,” ujarnya.

Kepala Desa Ngraho, Sri Lestari Indajani menambahkan, program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini harus dikawal sesuai aturan.

“Sebagai aparat di desa, kami harus melayani masyarakat dengan baik sesuai dengan aturan. Semoga proses validasi cepat selesai dan warga bisa langsung menggarap lahan. Warga menantikan Bapak Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, wilayah Kabupaten Blora menjadi percontohan program perhutanan sosial Kementerian LHK. Wilayah KHDPK Blora disebut terluas di Jawa Tengah, yaitu 18.513,63 hektare (9,12 persen) untuk empat kepentingan.

Sedangkan KHDPK Pertanian Sosial di Blora seluas 7.993 hektare atau 43,2 persen dari keseluruhan KHDPK di Blora. (redaktur)

 

sumber:detik

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Buka Jalan Pasar Tembakau Prancak N95
Sumenep Perkuat Tata Kelola Koperasi Lewat SAK-EP
Bapenda Tulungagung Gencarkan Sosialisasi Keringanan Pajak, Warga Diminta Tak Tunda Pembayaran
Tulungagung Swasembada Pangan, Demikian Kata Plt Bupati saat Hadiri Panen Raya Desa Ngunggahan
Hadiri Seminar Ekspor Impor, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Dorong UMKM Tulungagung Tembus Pasar Global
Plt Bupati Tulungagung Apresiasi Petani Tulungagung
Sumenep Gandeng Zimbabwe Kembangkan Tembakau
Kerja Sama Global Buka Peluang Baru Petani Tembakau

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:41 WIB

DKPP Sumenep Buka Jalan Pasar Tembakau Prancak N95

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Sumenep Perkuat Tata Kelola Koperasi Lewat SAK-EP

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Bapenda Tulungagung Gencarkan Sosialisasi Keringanan Pajak, Warga Diminta Tak Tunda Pembayaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:06 WIB

Tulungagung Swasembada Pangan, Demikian Kata Plt Bupati saat Hadiri Panen Raya Desa Ngunggahan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:01 WIB

Hadiri Seminar Ekspor Impor, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Dorong UMKM Tulungagung Tembus Pasar Global

Berita Terbaru

Opini

Ketika Tempo Berjudi di Madura

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:30 WIB

Tokoh masyarakat Fero Feriyanto yang belakangan menjadi salah satu figur yang mulai mendapat perhatian.

Politik

Nama Fero Mulai Mengemuka Jelang Pilkades Gayam 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 03:27 WIB