Bagiberita.id, Sumenep – Layanan transportasi travel kembali menjadi sorotan setelah seorang pelanggan mengaku mengalami pengalaman kurang menyenangkan dalam perjalanan rute Sumenep –Malang. Keluhan tersebut muncul setelah penumpang disebut harus turun di tengah perjalanan akibat persoalan kapasitas kursi di dalam kendaraan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang pemesan travel bernama Niko menghubungi pihak admin layanan travel pada malam hari untuk menyampaikan keluhan terkait perjalanan yang dipesankannya bagi dua anggota keluarganya. Dalam percakapan yang beredar, Niko mengaku telah memesan dua kursi di bagian belakang kendaraan untuk keberangkatan dari wilayah Sumenep menuju Malang.
Namun dalam perjalanan, menurut pengakuannya, kursi bagian belakang yang semula dipesan untuk dua penumpang justru diisi oleh tiga orang. Kondisi tersebut dinilai membuat ruang duduk menjadi sempit dan kurang nyaman bagi penumpang.
“Awalnya saya pesan dua kursi di belakang untuk saya dan saudara. Tapi di perjalanan ternyata diisi tiga orang,” ujar Niko dalam percakapan tersebut.
Kendaraan yang digunakan dalam perjalanan itu disebut merupakan jenis kendaraan penumpang berkapasitas terbatas, sehingga penambahan satu penumpang di baris belakang dinilai membuat posisi duduk menjadi berhimpitan.
Situasi tersebut kemudian memicu teguran dari penumpang kepada pengemudi. Namun, menurut pengakuan Niko, respons dari pengemudi justru memunculkan ketegangan hingga akhirnya penumpang memilih turun sebelum mencapai tujuan akhir.
Niko menyebut, dirinya meminta turun untuk mencari kendaraan lanjutan dari terminal tersebut.
“Karena tidak nyaman duduk bertiga di belakang, akhirnya saya minta turun di Terminal Sampang, namun diturunkan masih jauh sekitar 10 menit jalan kaki untuk sampai di terminal ” ujarnya.
Keluhan tersebut juga telah disampaikan langsung kepada pihak admin travel. Dalam percakapan itu, admin menyatakan bahwa data pemesanan dari kantor memang hanya mencatat dua penumpang di kursi belakang. Apabila terjadi penambahan penumpang, hal tersebut disebut berada di luar data pemesanan resmi.
“Kalau dari kantor datanya memang dua orang di belakang. Kalau ternyata jadi tiga, itu kemungkinan keputusan dari sopir,” kata admin travel dalam percakapan tersebut.
Pihak admin juga menjelaskan bahwa pada saat keluhan disampaikan, operator kantor sedang tidak bertugas sehingga belum ada penanganan langsung dari manajemen. Meski demikian, admin menyarankan agar persoalan tersebut disampaikan kembali kepada pihak manajemen pada waktu kerja.
Hingga berita ini ditulis, awak media berupaya meminta klarifikasi terhadap pihak travel namun, belum ada tanggapan dan keterangan resmi dari pihak pengelola travel terkait kronologi lengkap kejadian tersebut maupun langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti keluhan pelanggan.
Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap standar pelayanan transportasi travel antar kota, terutama terkait kenyamanan penumpang dan kepatuhan terhadap kapasitas kursi kendaraan.
*Pada jam 01:04 mengalami perubahan tujuan, yang awalnya Malang-Sumenep, menjadi Sumenep-Malang.*










