Oknum Kepala Sekolah di Kepulauan Sumenep Diduga Jarang Ngantor

Foto: SMA Negeri 1 Arjasa

Bagiberita.id, Sumenep – Sekolah merupakan bangku pendidikan akademisi, sebagai sarana dan prasarana menuntut ilmu, juga tempat memberikan pelayanan dan bimbingan kepada pelbagai karakter siswa yang berbeda. Namun sangat disayangkan jika kepala sekolah tidak amanah pada tanggungjawab sebagai tenaga pendidik.

Pada beberapa waktu yang lalu, bagiberita.id mendapatkan informasi adanya dugaan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Masalembu dan SMA Negeri 1 Arjasa di kepulauan Sumenep, Madura – Jawa Timur, yang berasal dari daratan jarang ngantor.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun belum diketahui alasan jarang masuknya oknum guru dan kepala sekolah tersebut, pasalnya hal paling krusial pun tidak dibenarkan karena kedinasan yang mengikat, apalagi dalam jangka waktu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu, sekalipun hadir hanya beberapa hari tanpa alasan yang jelas.

Dinilai tidak disiplin untuk dijadikan contoh oleh tenaga pendidik lainnya, sehingga pekerjaan sebagai PNS terindikasi diabaikan oleh beberapa oknum guru dan kepala sekolah. Sesuai dengan Perpres nomor 46 tahun 2010 tentang penilaian kinerja PNS dan peraturan kepala BKN nomor 1 tahun 2013, Perpres nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. (20/2).

Namun RD (inisial) mengatakan bahwa dirinya jarang ngantor karena kendala sinyal internet, belum lagi jadwal kapal laut yang tidak menentu.

“Saya ada kegiatan MKKS wilayah Madura, MKKS Provinsi Jawa Timur, dan ini masih nunggu kapal masih belum ada jadwal, saya baru nyampek dari pulau Minggu yang lalu, selain itu juga kendala sinyal internet untuk input data,” kilahnya.

Kepala sekolah lainnya TR (inisial) menyampaikan bahwa dalam Minggu ini akan berangkat ke pulau untuk ngantor.

“Insyaallah dalam minggu ini berangkat ke sekolah mas. hari Rabu ini ada acara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), saya sering ke pulau mas melaksanakan tugas, Selasa Minggu lalu masih di sana, karena Kamis sampai hari Minggu ada acara bersama KS lain,” ujarnya.

Sementara Plt Cabdin Provinsi wilayah Sumenep, saat dikonfirmasi ihwal oknum kepala sekolah SMA Negeri di kepulauan yang bolos, Ali mengatakan akan mengecek informasi tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Sumenep sebagai atasan yang berwenang harusnya mengetahui dan memberikan tindakan terhadap perilaku kepala sekolah yang bermalas-malasan dan jarang ngantor, agar menjadi contoh dan pelajaran bagi kepala sekolah yang lain, karena hal demikian menyebabkan tidak berjalannya program sekolah pada bagian tanggungjawabnya. (Redaktur).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *