Bagiberita.id, Sumenep – Kepala Puskesmas (Kapus) Manding, dr. Nuruddin, secara tidak langsung mengakui adanya pemotongan dana kapitasi yang diduga dilakukan secara sistematis di Kabupaten Sumenep.
Saat ditemui di ruang kerjanya, dr. Nuruddin menegaskan bahwa tidak ada pemotongan dana kapitasi seperti yang diberitakan.
Namun di sisi lain, dirinya mengaku dana kapitasi tersebut diberikan secara ikhlas dan sukarela oleh nakes PNS langsung secara pribadi kepada nakes non-PNS.
“Masa iya orang bersedekah harus diberitahukan kepada umum, istilahnya tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga diamini oleh salah satu perawat, Irma, yang mendampingi Kapus Manding saat wawancara berlangsung.
Menurut Nuruddin, dana kapitasi adalah hak tenaga kesehatan (nakes) yang kemudian diberikan kepada tenaga kesehatan non-PNS secara sukarela.
“Kami berikan itu seikhlasnya, misalnya dikasih 100 ribu dan itu langsung diberikan kepada nakes yang bersangkutan,” jelasnya.
Bahkan, Nuruddin mengatakan kesiapannya untuk menjadi saksi dari kasus tersebut. “Kalau misalkan di Manding, sejak itu masih terkait dengan kebijakan saya, ya monggo”, ujar Nuruddin.
Sebelumnya, muncul dugaan bahwa pemotongan dana kapitasi dilakukan secara terstruktur dan masif hingga mencapai 40 persen.
Namun, di sisi lain, telah banyak bukti berupa pengakuan puluhan dokter yang menyebut adanya pemotongan dana kapitasi hingga puluhan persen, termasuk bukti mutasi rekening yang telah diterima redaksi.
Pengakuan dari para dokter tersebut bervariasi, dengan jumlah pemotongan yang disebutkan mulai dari belasan persen hingga lebih dari 40 persen.
Bahkan, dugaan pemotongan ini telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) beberapa waktu lalu dan kini tengah dalam tahap telaah oleh pihak kejaksaan.
Dengan adanya perkembangan ini, publik masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan pemotongan dana kapitasi di Sumenep.