BPBD Tulungagung Siap Susun Mitigasi Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Usai Musim Kemarau

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : istimewa

 

Bagi berita.id, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perkuat langkah mitigasi bencana dengan menyusun Rencana Kontingensi Cuaca Ekstrem Tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah, mulai dari pemetaan risiko, penguatan infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) penanggulangan bencana.

Kepala Pelaksana. BPBD Tulungagung saat dikonfirmasi melalui ponsel (aplikasi whats up) mengatakan, bahwa Tulungagung memiliki sejumlah potensi ancaman bencana yang perlu diantisipasi secara serius. Di antaranya banjir, tanah longsor dan fenomena angin puting beliung.

Menurut Kalaksa pemetaan risiko bencana yang telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus menjadi pijakan utama dalam menentukan langkah mitigasi. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana), pembangunan infrastruktur pendukung, serta pemanfaatan teknologi kebencanaan.

“Di wilayah kita ada beberapa wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu aspek penting yang ditekankan adalah optimalisasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS). Menurutnya, seluruh perangkat komunikasi di tingkat desa harus dimaksimalkan untuk mempercepat penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Media sosial, sirine, hingga radio komunikasi harus dimaksimalkan agar informasi kebencanaan dari BNPB maupun BMKG dapat tersampaikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat,” katanya.

Selain penguatan sistem peringatan dini, dirinya juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat koordinasi lintas sektor. Kolaborasi dengan TNI, Polri, serta relawan kebencanaan dinilai penting untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan, terutama ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan evakuasi cepat.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya mitigasi terhadap dampak kekeringan dengan mencari titik sumber air baru di wilayah rawan. Selain itu, persoalan penurunan kesuburan tanah di sektor pertanian serta potensi dampak perubahan iklim terhadap kawasan industri minyak dan gas bumi (migas), khususnya wilayah Ring 1, juga menjadi perhatian.

“FGD hari ini harus menghasilkan rumusan yang konkret dan dapat diimplementasikan. Kita harus berkolaborasi erat dengan BMKG maupun BNPB untuk memberikan solusi terbaik serta bantuan nyata bagi masyarakat berdasarkan dokumen kontingensi ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmadji menjelaskan, penyusunan dokumen rencana kontingensi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap dan terarah.

Darmadji akrab disapa menegaskan, dokumen tersebut bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan menjadi panduan operasional yang mengatur peran masing-masing pihak ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan.

“Dokumen kontingensi ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan komitmen bersama yang terukur. Di dalamnya tergambar jelas siapa berbuat apa, kapan bertindak, dan bagaimana alur koordinasi ketika status kegawatdaruratan ditetapkan,” ucapnya.

Melalui penyusunan Rencana Kontingensi banjir dan tanah longsor Tahun 2026 ini, Pemkab Tulungagung melalui BPBD berharap kesiapsiagaan seluruh elemen dapat semakin kuat, sehingga risiko bencana dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal saat terjadi keadaan darurat, dan tentunya kedepan akan diadakan rencana kontingensi tentang cuaca ekstrim yang sewaktu waktu datang. (Lukman)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tunggakan PBB-P2 Sumenep Dapat Keringanan hingga 95 Persen
Sumenep–Blitar Perkuat Kerja Sama Pembangunan
KEK Tembakau Madura, Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare
Pasar Lelang Digelar Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar
Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan rencana kerja DPRD untuk tahun 2027
GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep
Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas PAK 2026 dan Rancangan APBD 2027
Pemilihan BPD Desa Ringinpitu Jadi Momentum Memperkuat Demokrasi Desa

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 00:58 WIB

Tunggakan PBB-P2 Sumenep Dapat Keringanan hingga 95 Persen

Senin, 28 September 2026 - 00:54 WIB

Sumenep–Blitar Perkuat Kerja Sama Pembangunan

Senin, 28 September 2026 - 00:46 WIB

KEK Tembakau Madura, Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare

Senin, 28 September 2026 - 00:40 WIB

Pasar Lelang Digelar Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar

Kamis, 17 September 2026 - 13:51 WIB

GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep

Berita Terbaru

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat wawancara dengan sejumlah wartawan.

Berita

Tunggakan PBB-P2 Sumenep Dapat Keringanan hingga 95 Persen

Senin, 28 Sep 2026 - 00:58 WIB

Bupati Sumenep, Drs.H.Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH (kanan) bersama Pihak Pemkab Blitar tanda tangani MoU perkuat kerja sama pembangunan di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Berita

Sumenep–Blitar Perkuat Kerja Sama Pembangunan

Senin, 28 Sep 2026 - 00:54 WIB

Bupati Sumenep, Drs. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH bersama Tim audiensi KAMURA

Berita

KEK Tembakau Madura, Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare

Senin, 28 Sep 2026 - 00:46 WIB

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala DKPP Chainur Rasyid bersama Bupati Blitar Rijanto dan jajaran mengikuti rangkaian kegiatan kerja sama antardaerah yang dilanjutkan dengan pasar lelang komoditas pertanian di Pendopo Kabupaten Sumenep, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan hasil panen petani dengan pelaku usaha dan pedagang besar melalui mekanisme lelang terbuka.

Berita

Pasar Lelang Digelar Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar

Senin, 28 Sep 2026 - 00:40 WIB