Petugas Quick Count Pilkada 2024 di Sumenep Belum Terima Honor, Bakesbangpol Sebut Salah Kode Rekening

Gambar ilustrasi para petugas Quick Count Pemilu (dibuat oleh AI).

Bagiberita.id, Sumenep – Sejumlah petugas Quick Count pada Pilkada 2024 di Sumenep mengeluhkan belum menerima honor yang dijanjikan. Informasi ini terungkap dari berbagai laporan yang dihimpun media.

Anggaran dan pelaksanaan Quick Count tersebut berada di bawah tanggung jawab Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Jum’at (14/3).

Salah satu petugas berinisial RL menyatakan kekecewaannya atas janji honor yang tak kunjung dibayarkan. Ia mengungkapkan bahwa awalnya honor ditetapkan berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000 per orang, dan akhirnya diputuskan sebesar Rp150.000.

Menurut RL, kesepakatan awal menyebutkan honor akan dibayarkan setelah tugas selesai. Namun hingga kini, belum ada realisasi dari pihak terkait.

“Setelah tugas selesai, honor seharusnya diberikan. Tapi hingga saat ini belum kami terima. Ini terjadi tidak hanya di Sumenep Kota, tetapi juga di daerah lain,” ujar RL dengan nada kecewa.

RL juga mempertanyakan alasan keterlambatan pembayaran, mengingat janji awal adalah satu minggu setelah tugas selesai, yang kemudian molor hingga berbulan-bulan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bakesbangpol Sumenep, Zulkarnain, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan kesalahan kode rekening.

“Anggarannya salah rekening, jadi akan dianggarkan ulang pada 2025. Namun, sebagian mahasiswa sudah kami bantu separuhnya,” jelas Zulkarnain.

Ia menambahkan bahwa total anggaran untuk Quick Count sebesar Rp130.500.000, dan akan dibayarkan penuh pada 2025. “Per orang tidak sama honornya, tergantung wilayahnya. Yang tahu persis adalah ketua kelompok.”

“Yang tahu itu ketua kelompoknya itu, ada saya sekitar bantu itu sekitar 13 juta itu, perorang tidak sama, sesuai dengan wilayahnya, nanti kita bayar kok 2025,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *