Foto : pemukulan dhodhog kendhang, tanda lomba reyog kendhang kreatif pelajar SMP 2026 dimulai
Bagiberita.id, Tulungagung – Dalam rangka ingin memberikan apresiasi kepada pemuda kabupaten Tulungagung, khususnya dalam lingkup dinas pendidikan dalam menampilkan olah seni dan budayanya, Dinas Pendidikan. melalui TB2KS menyelenggarakan “Lomba Reyog Kendhang Kreatif Pelajar SMP 2026” dan “Lomba Karawitan” tingkat Sekolah Dasar (SD), Rabu (28/10/2026).
Bertempat di pendapa Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa (TB2KS) kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Pembinaan SMP, Uun Suncahyo Hendrayana, perwakilan dari dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Tulungagung, perwakilan dari BAPPEDA, perwakilan dari BPKAD, perwakilan dari PGRI Tulungagung, ketua MKKS SMPN, seluruh ketua K3S se-kabupaten Tulungagung, kordinator UPAS-P se-kabupaten Tulungagung, kepala SMPN se-kabupaten Tulungagung, Kepala SMAN 1 Kauman, Kepala MAN 1 Tulungagung, koordinator pembina, wali murid dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya kepala UPT TB2KS, Ririn Andri Wikanthi menjelaskan, dasar pelaksanaan dari kegiatan tersebut adalah agenda program kerja Dinas Pendidikan kabupaten Tulungagung melalui TB2KS tahun 2026.
“Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah, tujuannya, satu, guna memberikan pembinaan, pemberdayaan dan keterampilan, kreatifitas serta minat bakat siswa, dua, sebagai sarana edukatif beretika kepada semua siswa melalui pengenalan seni budaya Indonesia sekaligus sebagai ajang pelestarian budaya yang adiluhung sehingga anak-anak menjadi lebih sabar, tangguh dan telaten dalam menghadapi proses pembelajaran minat bakatnya, ketiga adalah merupakan tujuan utama kami, yakni agar siswa lebih percaya diri dan lebih termotivasi dalam menunjukkan jati dirinya,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, bahwa jumlah peserta dari lomba reyog Kendhang Kreatif siswa SMP 2026 sebanyak empat puluh lima peserta.
” Lomba ini diikuti oleh empat puluh lima lembaga SMP Negeri se-kabupaten Tulungagung,” tambahnya.
Lebih lanjut Ririn mengatakan bahwa, untuk lomba karawitan tingkat SD dilaksanakan pada tanggal 2 Nopember 2026.
“Selanjutnya untuk lomba karawitan SD akan dilaksanakan 2 Nopember 2026 pada tempat yang sama mulai pukul 13.00 wib yang diikuti oleh sebelas peserta. Bagi kami tidak apa-apa tahun tidak ikut, barangkali tahun depan bisa ikut berpartisipasi mengikuti lomba serupa untuk delapan UPAS-P yang lain,” pungkasnya.
Perlu diketahui, bahwa sumber dana adalah APBD kabupaten Tulungagung 2026.

Pada kesempatan yang sama Kabid Bina SMP Dinas Pendidikan kabupaten Tulungagung sebagai yang mewakili kepala Dinas Pendidikan, dalam membacakan pidato sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya para kepala SMP Negeri yang terus menunjukkan komitmen dalam membangun karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.
“Apresiasi kepada semua peserta dan pembina yang telah menunjukkan potensinya,” ucapnya.
Apresiasi tersebut juga diberikan kepada para kepala sekolah yang tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tengah masa transisi kepemimpinan dengan adanya Pelaksana Tugas (PLT). Menurutnya, keberlanjutan pembinaan peserta didik harus tetap menjadi perhatian bersama agar proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik saja, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Pembentukan karakter, Kreativitas dan kecintaan terhadap budaya bangsa sangatlah penting,” kata Uun
Lebih lanjut, Uun Suncahya menegaskan bahwa kegiatan Reyog kendhang Kreatif Pelajar SMP dan Lomba Karawitan Pelajar SD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya daerah. Melalui kegiatan seni tradisional, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas.
“Pemilihan tanggal 28 Oktober sebagai momentum penyelenggaraan kegiatan ini juga memiliki makna tersendiri. Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya persatuan, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab dalam menjaga identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman,”tutupnya. (Lukman)












