Klarifikasi Adanya Indikasi Dugaan Pemerasan

Kepala Bidang Pembina Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

Bagiberita.id, Sumenep – Klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai adanya dugaan pemerasan yang melibatkan salah satu Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Fairuz, memberikan pernyataan yang disampaikan di ruang kerjanya. Fairuz menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan ia siap dipertemukan dengan pihak yang bersangkutan untuk membuktikan hal ini.

Fairuz menyampaikan dalam keterangannya bahwa ia sama sekali tidak pernah berhubungan atau berkomunikasi dengan pihak lain atas tuduhan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak pernah berhubungan dengan suaminya, saya hanya berkomunikasi dengan istrinya. Nomor HP suaminya saja saya tidak punya, jadi tuduhan bahwa saya meminta uang atau memeras itu tidak benar,” ujar Fairuz tegas. (24/10).

Menurut Fairuz, dirinya hanya sebatas menjembatani permintaan tolong dari pihak istri yang bekerja sebagai guru di Gili Genting. Ia menjelaskan bahwa ia hanya berusaha mengomunikasikan kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak, namun tidak pernah melakukan tindakan pemerasan seperti yang diberitakan. “Saya hanya menjembatani, tidak ada tindakan yang melanggar hukum atau etika,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fairuz menyatakan bahwa dalam komunikasi yang terjadi, ia telah mencoba membantu pihak yang meminta pertolongan terkait suatu nominal tertentu. Pada saat itu, kesepakatan dicapai, namun karena dana yang dijanjikan belum ada, Fairuz mengaku sempat menalangi sejumlah uang. “Saya menalangi karena kesepakatan sudah dibuat, dan saya memfasilitasi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa semua tindakan yang dilakukannya tidak melibatkan unsur paksaan atau pemerasan. “Saya tidak pernah memaksa atau meminta apa pun dari pihak suami, dan saya siap untuk dipertemukan untuk membuktikan bahwa saya tidak melakukan itu,” ucap Fairuz.

Masalah ini bermula ketika muncul sebuah rekaman yang mengindikasikan adanya dugaan pemerasan oleh Fairuz. Dalam percakapan tersebut, suami dari seorang oknum guru di Gili Genting merasa diminta untuk membayar sejumlah uang terkait suatu permasalahan yang menimpa istrinya. Namun, dalam klarifikasinya, Fairuz memastikan tidak ada keterlibatannya dalam dugaan tersebut.

Fairuz juga mengingatkan bahwa informasi yang beredar saat ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut. “Informasi di luar sana sangat tidak akurat dan dapat merusak nama baik saya. Maka dari itu, saya harap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang situasi sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra memberikan tanggapan terkait masalah ini.

“Saya tadi sudah memanggil Kabid yang bersangkutan untuk konfrontir masalah ini, dan Ia sudah mengatakan bahwa dirinya siap dipertemukan oleh siapapun, dan memastikan tidak ada indikasi adanya dugaan pemerasan itu,” jelas Agus saat ditemui di ruang kerjanya.

Fairuz berharap klarifikasinya dapat meredakan situasi dan menghentikan spekulasi yang berkembang. (RHN).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *