Penghapusan Tantiem, Aktivis Muda Sumenep: Kebijakan Berisiko Politik

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghapus tantiem bagi jajaran Direksi dan Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai respon beragam. Salah satu suara dukungan datang dari aktivis muda asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Asmuni, yang menilai langkah tersebut berani sekaligus penuh risiko politik.

Dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (15/8/2025), Prabowo menegaskan rencananya untuk menghapus sistem tantiem yang selama ini dinikmati oleh Direksi maupun Komisaris BUMN, meski kondisi keuangan perusahaan tidak selalu sehat.

Menurut Presiden, praktik tantiem lebih banyak dimanfaatkan sebagai cara untuk mengamankan keuntungan pribadi para petinggi perusahaan pelat merah. Ia mencontohkan, meski BUMN merugi, tetap saja ada komisaris yang bisa mendapatkan puluhan miliar rupiah setiap tahun hanya dengan menghadiri rapat sebulan sekali.

“Saya hilangkan tantiem, saya pun tidak mengerti apa itu tantiem. Mereka pakai istilah asing supaya rakyat tidak paham. Masa komisaris rapat sebulan sekali tantiemnya sampai Rp40 miliar setahun,” tegas Prabowo dalam pidatonya.

Bahkan, ia secara tegas meminta para direksi maupun komisaris yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut untuk segera mengundurkan diri.

Di sisi lain, Asmuni menilai langkah itu sebagai terobosan yang sudah lama ditunggu rakyat. Menurutnya, pemberian tantiem tidak lebih dari praktik “bagi-bagi kue” yang hanya menguntungkan segelintir elit politik dan pejabat BUMN.

“Keputusan Presiden luar biasa. Selama ini tantiem hanyalah kedok pembagian uang APBN kepada kelompok tertentu, untuk melancarkan praktik politik yang jauh dari kepentingan rakyat,” ungkap Asmuni, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, kebijakan penghapusan tantiem berpotensi membuat banyak kalangan elit tidak nyaman. Sebab, sistem itu bukan hanya berlaku di BUMN, melainkan juga di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2014.

Asmuni kemudian mengingatkan agar masyarakat tetap mengawal kebijakan tersebut. Ia menyebut, pengalaman sejarah bangsa sudah membuktikan bahwa setiap keputusan besar yang merugikan kelompok elit bisa saja berujung pada upaya menjatuhkan seorang presiden.

“Saya harap masyarakat memahami langkah Presiden. Keputusan ini pasti kontradiktif bagi elit tertentu,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tunggakan PBB-P2 Sumenep Dapat Keringanan hingga 95 Persen
Sumenep–Blitar Perkuat Kerja Sama Pembangunan
KEK Tembakau Madura, Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare
Pasar Lelang Digelar Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar
Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan rencana kerja DPRD untuk tahun 2027
GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep
Nama Fero Mulai Mengemuka Jelang Pilkades Gayam 2027
Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas PAK 2026 dan Rancangan APBD 2027

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 00:58 WIB

Tunggakan PBB-P2 Sumenep Dapat Keringanan hingga 95 Persen

Senin, 28 September 2026 - 00:54 WIB

Sumenep–Blitar Perkuat Kerja Sama Pembangunan

Senin, 28 September 2026 - 00:46 WIB

KEK Tembakau Madura, Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare

Senin, 28 September 2026 - 00:40 WIB

Pasar Lelang Digelar Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar

Kamis, 24 September 2026 - 14:50 WIB

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan rencana kerja DPRD untuk tahun 2027

Berita Terbaru

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat wawancara dengan sejumlah wartawan.

Berita

Tunggakan PBB-P2 Sumenep Dapat Keringanan hingga 95 Persen

Senin, 28 Sep 2026 - 00:58 WIB

Bupati Sumenep, Drs.H.Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH (kanan) bersama Pihak Pemkab Blitar tanda tangani MoU perkuat kerja sama pembangunan di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Berita

Sumenep–Blitar Perkuat Kerja Sama Pembangunan

Senin, 28 Sep 2026 - 00:54 WIB

Bupati Sumenep, Drs. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH bersama Tim audiensi KAMURA

Berita

KEK Tembakau Madura, Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare

Senin, 28 Sep 2026 - 00:46 WIB

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala DKPP Chainur Rasyid bersama Bupati Blitar Rijanto dan jajaran mengikuti rangkaian kegiatan kerja sama antardaerah yang dilanjutkan dengan pasar lelang komoditas pertanian di Pendopo Kabupaten Sumenep, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan hasil panen petani dengan pelaku usaha dan pedagang besar melalui mekanisme lelang terbuka.

Berita

Pasar Lelang Digelar Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar

Senin, 28 Sep 2026 - 00:40 WIB