Pelatih Kejurkab Meledak: “Noval Diinjak, PBSI Sumenep Dituding Pilih Kasih!”

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Aroma ketidakadilan menyengat dari tubuh PBSI Sumenep. Pelatih Kejurkab, Moh. Samsul Jamali yang akrab disapa Iil melontarkan kritik tajam terhadap Kepala Disbudporapar sekaligus Ketua PBSI Sumenep, H. Mohammad Iksan, terkait kebijakan pemanggilan atlet untuk pemusatan latihan.

Pemicunya, Noval, atlet binaannya yang juga pemain PBSI, tidak dipanggil tanpa alasan yang jelas dan tanpa komunikasi apa pun ke pihak pelatih daerah.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, H. Mohammad Iksan saat ditemui di ruang kerjanya.

“Yang saya sangat sayangkan, kenapa tidak ada surat pemanggilan sama sekali untuk Noval? Dia pemain PBSI juga. Harusnya ada surat resmi, supaya bisa ada dispen dari sekolah. Kalau dia nanti tersingkir pun tidak masalah, yang penting dia dipanggil. Ini tidak! Seperti diperlakukan sebagai anak tiri!” tegas Iil, dengan nada geram.

Menurut Iil, kebijakan PBSI kali ini tidak hanya semena-mena, tapi juga sarat tebang pilih. Ia menilai pemanggilan atlet dilakukan secara sepihak dan menyingkirkan atlet yang secara kualitas layak bersaing.

“Alasannya Arif dipanggil karena sudah punya pasangan di Ganda. Tapi Noval yang kualitasnya seimbang bahkan lebih baik, justru tidak dilirik. Ini keputusan yang menyakitkan,” lanjutnya.

Iil menegaskan, dirinya bukan memperjuangkan ego, tetapi prinsip keadilan. Ia menuding PBSI tidak punya mekanisme komunikasi yang sehat dengan pelatih-pelatih pembina di luar kota, khususnya dari kepulauan seperti Kangean.

“Minimal kami diajak bicara, dikasih surat, dikasih tahu. Bukan tiba-tiba ambil keputusan sepihak. Jangan cuma karena kami jauh dari pusat, anak-anak kami dianggap tidak layak,” pungkasnya.

Menanggapi tudingan itu, Kepala Disbudporapar H. Mohammad Iksan justru memberikan pernyataan yang semakin membingungkan. Ia menyebut proses pemilihan atlet dilakukan lewat rapat kolektif kolegial, berdasarkan hasil kejuaraan di berbagai tingkatan usia.

“Noval juara di kategori remaja. Tapi yang kita ambil adalah juara dari kategori dewasa seperti Illafi Arohi dan Raihan. Jadi kami ambil yang terbaik berdasarkan kategori,” jelas Iksan, Jumat (13/6).

Namun publik mencium keganjilan, jika benar semua juara di tiap kategori dikirim, mengapa Noval justru diabaikan? Bahkan tanpa notifikasi atau pemanggilan resmi?

Kritik Iil membuka borok lama dalam sistem pembinaan olahraga di Sumenep, yakni kurangnya transparansi, komunikasi, dan keadilan dalam seleksi atlet. Jika dibiarkan, bukan tak mungkin kepercayaan terhadap PBSI Sumenep akan runtuh di mata para pelatih daerah dan generasi atlet muda.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Muncul, PBSI Sumenep Dituding Diskriminatif terhadap Atlet Kepulauan
Pelatih Kecewa, Juara Tak Dipanggil: Seleksi Atlet Porprov Sumenep Dipertanyakan
Naida Aurelia, Juara Karate Internasional 2024
Berlatih Salah Satu Cara Memelihara Kemampuan Prajurit TNI 
Siswa SDN II Pajagalan Sumenep Raih 6 Medali Kejuaraan Renang
Dandim dan Kapolres Sumenep Dukung Grasstrack Open Championship 2022
Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
Galeri Timnas U-19 Siapkan Cara Berbeda Untuk Lawan Vietnam

Berita Terkait

Jumat, 13 Juni 2025 - 16:57 WIB

Pelatih Kejurkab Meledak: “Noval Diinjak, PBSI Sumenep Dituding Pilih Kasih!”

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:22 WIB

Kritik Muncul, PBSI Sumenep Dituding Diskriminatif terhadap Atlet Kepulauan

Selasa, 10 Juni 2025 - 11:49 WIB

Pelatih Kecewa, Juara Tak Dipanggil: Seleksi Atlet Porprov Sumenep Dipertanyakan

Sabtu, 28 Desember 2024 - 18:02 WIB

Naida Aurelia, Juara Karate Internasional 2024

Rabu, 13 September 2023 - 16:03 WIB

Berlatih Salah Satu Cara Memelihara Kemampuan Prajurit TNI 

Berita Terbaru

Fauzi As

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 11:26 WIB

Fauzi As, pemerhati kebijakan publik.

Opini

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 15:28 WIB