Anggaran P3-TGAI di Kabupaten Sumenep Diduga Menjadi Bancakan Korupsi

- Redaksi

Minggu, 27 Oktober 2024 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagiberita.id, Sumenep – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan dana APBN, diduga menjadi sasaran korupsi. Program ini yang bertujuan untuk meningkatkan jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat di Kabupaten Sumenep, dikabarkan telah mengalami pemangkasan anggaran oleh oknum tertentu.

Informasi yang dihimpun oleh media ini menyebutkan bahwa anggaran P3-TGAI di Sumenep diduga dipotong hingga 35 persen oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Pemotongan besar ini disinyalir berdampak langsung pada kualitas hasil pekerjaan, yang akhirnya tak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dalam program. (27/10).

“Saat uang dicairkan dari bank, langsung dipotong 35 persen dan diberikan secara tunai kepada tenaga ahli (TA) yang diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial K,” ungkap sumber terpercaya. Ia menyampaikan, modus pemotongan ini telah berlangsung secara sistematis dan terkoordinasi, melibatkan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut.

Setiap proyek P3-TGAI di masing-masing kecamatan menerima anggaran sebesar Rp 195 juta dengan volume pekerjaan yang sudah ditentukan. Namun, besarnya pemotongan yang dilakukan oleh oknum diduga tenaga ahli tersebut membuat banyak penerima manfaat merasa terbebani.

Sumber yang sama menyatakan kekecewaannya atas besarnya potongan anggaran, yang menurutnya akan sangat mempengaruhi kualitas pekerjaan yang dapat diselesaikan. “Dengan potongan ini, pekerjaan tidak akan maksimal. Kalau tidak untung, ya rugi, Mas. Saya cuma dapat sisa-sisanya saja,” ujar sumber tersebut dengan nada kecewa pada Jumat, 25 Oktober 2024.

Penelusuran lebih lanjut oleh tim investigasi, menemukan bahwa dana APBN yang dialokasikan melalui P3-TGAI di Sumenep diduga menjadi ajang bagi oknum-oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi. “Anggaran ini tidak hanya dipotong oleh orang yang mengaku dekat dengan DPR-RI, tetapi pendamping kecamatan juga meminta bagian sebesar 10 persen per titik,” jelas sumber lainnya.

Saat awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada inisial K, ia tampak enggan menanggapi isu ini. “Kok malah tanya ke saya, coba saja ke KMB atau pendampingnya,” jawabnya singkat, mengelak.

Sementara itu, K juga menyebut bahwa ia hanya mengenal pendamping tenaga ahli P3-TGAI berinisial M. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai seberapa dekat hubungannya dengan M, K justru menyatakan ketidaktahuannya. “Saya tidak tahu lebih jauh, Mas, hanya sekadar tahu namanya saja,” pungkasnya.

Kasus ini mencuat menjadi perhatian publik, dan diharapkan ada tindakan lanjut dari pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan korupsi yang merugikan masyarakat Sumenep tersebut. (RHN).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan rencana kerja DPRD untuk tahun 2027
GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep
Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas PAK 2026 dan Rancangan APBD 2027
Pramuka Sumenep Mantapkan Langkah Dukung Swasembada Pangan
Pemilihan BPD Desa Ringinpitu Jadi Momentum Memperkuat Demokrasi Desa
Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Desa Panjerejo Bersama Warga Gelar Doa Bersama
Pemkab Tulungagung Dorong Transformasi Pelayanan Publik Mudah, Cepat dan Berkualitas
DKPP Sumenep Buka Jalan Pasar Tembakau Prancak N95

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:50 WIB

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan rencana kerja DPRD untuk tahun 2027

Kamis, 17 September 2026 - 13:51 WIB

GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 01:18 WIB

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas PAK 2026 dan Rancangan APBD 2027

Kamis, 10 September 2026 - 04:39 WIB

Pramuka Sumenep Mantapkan Langkah Dukung Swasembada Pangan

Selasa, 8 September 2026 - 14:14 WIB

Pemilihan BPD Desa Ringinpitu Jadi Momentum Memperkuat Demokrasi Desa

Berita Terbaru

Budaya

Plt Bupati Tulungagung Buka Pameran Museum Gayatri

Kamis, 24 Sep 2026 - 06:04 WIB

Gerakan Mahasiswa Sumenep (GMS) dalam aksinya di depan gedung kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep pada Rabu (16/9).

Berita

GMS Pertanyakan Inspektorat Sumenep

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB