Bagiberita.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendorong penguatan kerja sama dengan pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas pemberdayaan ekonomi, serta membuka ruang lebih besar bagi santri untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan hal tersebut saat Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep.
Menurut Fauzi, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman.
Karena itu, ia menilai santri perlu memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi, baik di bidang pendidikan, sosial maupun ekonomi.
“Santri perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan, kolaborasi pemerintah daerah dengan pesantren akan diarahkan pada sejumlah sektor, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan kewirausahaan.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu mendorong kepedulian sosial dan lingkungan di kalangan santri maupun masyarakat pesantren.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Sumenep mengajak organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta pelaku usaha agar turut membuka peluang kolaborasi dengan lingkungan pesantren.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar santri memiliki bekal yang lebih luas dalam menghadapi tantangan masa depan. Selain pendidikan keagamaan, penguasaan keterampilan, kreativitas, dan inovasi juga dinilai penting untuk mendukung kemandirian mereka.
Fauzi berharap, pesantren dapat mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sosial yang inklusif di Kabupaten Sumenep.
“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan akhlak, tetapi bagian mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda Kabupaten Sumenep yang kompeten, mandiri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Pemkab Sumenep menilai, penguatan hubungan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan generasi muda yang berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan karakter yang menjadi landasan pendidikan pesantren.












