Foto : operasi CABG di RSUD dr. Iskak Tulungagung
Bagiberita.id, Tulungagung – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari perusahaan di kabupaten Tulungagung sangatlah bermanfaat bagi mendukung kegiatan pemkab Tulungagung. Dana tersebut dibagi untuk kegiatan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Pemkab Tulungagung. Salah satu penerima DBHCHT tersebut adalah RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak Tulungagung memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama melalui pengadaan alat kesehatan berstandar rumah sakit tipe A.
Seperti dikatakan Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes, sesuai dengan surat dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung tertanggal 24 September 2026 Nomor : 400.14.9/597/30.02/2026 tentang Publikasi Kegiatan DBHCHT dirinya menyampaikan : RSUD Dr. Iskak Tulungagung merupakan rumah sakit kelas A Pendidikan yang menjadi rujukan tertinggi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut di Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya, maka terus meningkatkan pelayanan kesehatan dengan pengembangan pelayanan dan pemenuhan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pemanfaatan DBHCHT tahun ini kami fokuskan untuk pengadaan alat kesehatan di berbagai unit pelayanan, agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, nyaman, dan sesuai standar mutu rumah sakit tipe A,” kata dr. Zuhrotul Aini, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, salah satu pelayanan unggulan RSUD dr. Iskak Tulungagung adalah pelayanan jantung terpadu yang bisa melaksanakan operasi bedah jantung terbuka Coronary Artery Bypass Graft (CABG). Layanan tersebut membutuhkan penunjang, yaitu Ruang perawatan intensif khusus untuk pasien kardiovaskular atau Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU) yang lengkap guna mendukung pelayanan pasca operasi bedah jantung secara paripurna. Setelah melalui Operasi bedah jantung terbuka yang kompleks dan berisiko tinggi, setiap detiknya menjadi krusial dalam menentukan keberhasilan jangka panjang, ruang intensif berperan penting dalam perawatan selanjutnya bagi pasien pasca operasi tersebut dan ikut menentukan keberhasilan outcome pasien yang baik.
“Dari layanan ini kami RSUD Iskak memerlukan ruang perawatan khusus untuk pasien ICVCU,” lanjut dia.
Tak hanya itu, lebih lanjut dr. Aini menambahkan, unit bedah sentral RSUD dr. Iskak tercatat sebagai salah satu yang paling aktif di Jawa Timur dengan jumlah operasi tinggi setiap bulannya. Untuk menjaga mutu pelayanan, rumah sakit terus memperbarui peralatan bedah mutakhir dan meningkatkan kompetensi SDM kesehatan di bidang pembedahan.
Di sisi lain, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Iskak kini dilengkapi dengan sistem Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS) yang terintegrasi dengan Public Service Center (PSC) dan dapat diakses melalui call center 0355-320119.
IGD juga menjalankan program unggulan SKA (Saves the Killer Attack), yang dikhususkan untuk penanganan cepat pasien serangan jantung — sebuah inovasi layanan darurat yang menjadi percontohan nasional.
“Melalui DBHCHT, kami bisa melengkapi peralatan vital di IGD agar setiap kondisi kritis bisa ditangani dalam hitungan menit,” terang dr. Aini.
“Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada RSUD Dr. Iskak Tulungagung kami dipergunakan untuk peningkatan pelayanan kesehatan dengan memenuhi kebutuhan alat kesehatan ruang perawatan intensif sesuai standar guna menambah mutu layanan pada rumah sakit kami ini dengan harapan, kami bisa memberikan layanan sebaik – baiknya pada masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” pungkasnya. (Lukman)












