Bagiberita.id, Sumenep – Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep kembali meneguhkan komitmennya untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kamis (10/9).
Komitmen tersebut mengemuka dalam Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan anggota Pramuka dari berbagai unsur. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Apel akbar tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam memperingati Hari Pramuka, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian anggota Pramuka di tengah berbagai tantangan pembangunan.

Melalui tema yang diangkat tahun ini, Gerakan Pramuka diarahkan untuk semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan pangan yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional.
Swasembada pangan tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian. Lebih dari itu, diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda, dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pola hidup yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks tersebut, Pramuka memiliki ruang yang cukup besar untuk berkontribusi. Pendidikan kepramukaan selama ini tidak hanya menekankan kedisiplinan dan kemandirian, tetapi juga membentuk kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta kecintaan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Semangat itu menjadi semakin relevan ketika pembangunan nasional diarahkan menuju pencapaian Indonesia Emas 2045. Generasi muda yang saat ini ditempa melalui berbagai kegiatan kepramukaan diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia yang produktif, mandiri dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda dalam apel akbar tersebut juga menunjukkan bahwa gerakan kepanduan memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam membangun karakter generasi muda.
Pramuka dinilai memiliki basis anggota yang luas dan bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan maupun kehidupan sosial masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan sejak dini.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan generasi muda juga semakin kompleks. Karena itu, kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rutin, melainkan mampu menghadirkan aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu bentuknya dapat diarahkan melalui kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, pertanian, pemanfaatan lahan, edukasi pangan, hingga penguatan kepedulian terhadap potensi lokal.
Kabupaten Sumenep sendiri memiliki karakter wilayah yang cukup beragam, termasuk kawasan daratan dan kepulauan dengan potensi sumber daya alam yang berbeda. Kondisi tersebut membutuhkan peran generasi muda untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi yang ada di masing-masing wilayah.
Dengan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai dasar kepramukaan, berbagai potensi tersebut dapat didorong agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 pun menjadi pengingat bahwa keberadaan Pramuka tidak hanya berbicara mengenai seragam, kegiatan lapangan maupun upacara. Di balik itu terdapat pendidikan karakter dan pembentukan kepemimpinan yang diharapkan mampu melahirkan generasi tangguh.
Keterlibatan pemerintah daerah, OPD, Forkopimda dan unsur masyarakat dalam momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem yang mendukung perkembangan generasi muda.
Terlebih, agenda menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Gerakan Pramuka.
Karena itu, tema swasembada pangan yang diangkat dalam peringatan Hari Pramuka tahun ini menjadi bagian dari pesan agar gerakan kepanduan terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami bahwa ketahanan pangan, lingkungan, kemandirian dan gotong royong merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa.
Momentum Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sumenep akhirnya bukan sekadar perayaan tahunan. Apel akbar tersebut menjadi ruang untuk kembali memperkuat semangat pengabdian sekaligus menegaskan peran generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan.
Dengan semangat “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Gerakan Pramuka diharapkan terus melahirkan kader yang memiliki karakter kuat, mandiri, peduli terhadap lingkungan dan siap mengambil bagian dalam pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.












