Jamasan Kanjeng Kyai Upas Bukan Sekadar Ritual, Tetapi Penghormatan Sejarah

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Prosesi Jamasan  Kanjeng Kyai Upas

Bagiberita.id, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara rutin setiap tahun menggelar acara sakral. Kali ini kembali menggelar upacara adat Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas di Griya Dalem Kanjengan, Kepatihan, Jumat (3/7) pagi.

Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol pelestarian warisan budaya sekaligus doa bersama agar Tulungagung senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Prosesi jamasan dilakukan terhadap Tombak Kanjeng Kyai Upas, pusaka yang selama ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tulungagung dan dipercaya membentengi kadhipaten Tulungagung, memiliki nilai sejarah serta budaya yang tinggi. Pembersihan pusaka menggunakan air yang diambil dari sembilan sumber mata air sebagai bagian dari rangkaian ritual yang sarat makna.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, jamasan bukan sekadar tradisi membersihkan benda pusaka, melainkan mengandung filosofi penghormatan terhadap sejarah, penyucian diri, dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tradisi ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam melestarikan budaya adiluhung. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan dan semangat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah dinamika perkembangan zaman,” kata Ahmad Baharudin.

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, tradisi Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas harus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerah, memahami nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkuat karakter masyarakat yang berakar pada identitas budaya bangsa.

“Tugas kita adalah memastikan warisan budaya ini tetap lestari dan dipahami oleh generasi penerus, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ucapnya.

Tombak Kanjeng Kyai Upas merupakan pusaka yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah Tulungagung. Selain menjadi simbol kewibawaan pemerintahan pada masa lampau, pusaka tersebut juga menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Moh. Ardian Candra menuturkan, tradisi jamasan merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya menjaga eksistensi budaya lokal.

“Pusaka Kyai Upas tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya Tulungagung. Bung Karno pernah berpesan agar kita tidak melupakan sejarah. Melalui tradisi ini, kami berharap masyarakat semakin mencintai, menjaga, dan melestarikan peninggalan budaya yang dimiliki daerah,” tuturnya.

Selain prosesi pembersihan pusaka, rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon perlindungan bagi Kabupaten Tulungagung agar terhindar dari berbagai musibah dan bencana serta senantiasa diberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Prosesi Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas dihadiri Plt Bupati Tulungagung, Ketua DPRD, Plt Sekretaris Daerah, Kapolres, Kajari, Dandim 0807/Tulungagung, jajaran kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tulungagung, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi. Kehadiran warga menambah khidmat pelaksanaan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Tulungagung. (Lukman)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bagiberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Auroville: Eksperimen Kota Utopia yang Menantang Batas Peradaban Modern
Pengajian Akbar di Masjid Al-Mujahidin Gadu Barat: Wujud Syukur dan Persatuan Umat
DRT Malindos Wakili Sumenep di Piala Karesidenan
Madura Night Vaganza 2025 Meriah, Stand Arinna Cafe & Resto Dipadati Pembeli
Eddi Kangean Segera Rilis Lagu ‘Takorong Kerrong’
Misteri Kangean: Surga Terlupakan dengan Jejak Purba dan Warisan Budaya Kaya
Musyawarah Terkait Kegiatan Hiburan Setiap Malam Minggu di Desa Kebunan
Rawat Kekompakan, Komunitas Pengusaha Kelontong Madura Ziarah Ke Asta Tinggi

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:31 WIB

Jamasan Kanjeng Kyai Upas Bukan Sekadar Ritual, Tetapi Penghormatan Sejarah

Kamis, 30 April 2026 - 12:15 WIB

Auroville: Eksperimen Kota Utopia yang Menantang Batas Peradaban Modern

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:16 WIB

Pengajian Akbar di Masjid Al-Mujahidin Gadu Barat: Wujud Syukur dan Persatuan Umat

Minggu, 14 September 2025 - 20:02 WIB

DRT Malindos Wakili Sumenep di Piala Karesidenan

Selasa, 2 September 2025 - 11:06 WIB

Madura Night Vaganza 2025 Meriah, Stand Arinna Cafe & Resto Dipadati Pembeli

Berita Terbaru

Berita

Tokoh Muda Sumenep Raih Amanah Strategis di DPP APSI

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:15 WIB